TEGAL, WAWASAN.CO - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal menyalurkan bantuan peralatan sekolah bagi 223 siswa SD Negeri Padasari 1, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal yang terdampak bencana tanah bergerak, Selasa (31/3/2026).
Menurut Kepala KPw BI Tegal, Bimala, tidak hanya melalui bantuan kemanusiaan, KPw BI Tegal juga menghadirkan kegiatan edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan untuk mendorong pemulihan psikologis anak-anak korban bencana di Padasari.
Pasca bencana, anak-anak menjadi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus, tidak hanya dari sisi kebutuhan fisik, tetapi juga pemulihan psikologis.
Menyadari hal tersebut, lanjut Bimala, KPw BI Tegal menghadirkan kegiatan edukasi yang dirancang dengan konsep bermain sambil belajar, agar dapat mendorong kembali kepercayaan diri dan optimisme anak-anak pasca bencana.
Sebelumnya, terang Bimala, sebagai bentuk respons cepat tanggap peristiwa bencana tanah bergerak, KPw BI Tegal telah menyalurkan bantuan paket sembako melalui Forum Koordinasi Relawan Penanggulangan Bencana (FKRPB) Kabupaten Tegal pada tanggal 28 Februari dan 7 Maret 2026. Sebagian bantuan tersebut juga disalurkan kepada korban bencana di wilayah Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu untuk kebutuhan di posko pengungsian.
"Selain bantuan kebutuhan pokok, KPw BI Tegal juga memberikan dukungan terhadap fasilitas pengungsian yang telah diserahkan kepada FKRPB Kabupaten Tegal dan disaksikan oleh BPBD Kabupaten Tegal," ucapnya..
Bimala menambahkan, bantuan tersebut dimanfaatkan untuk memperbaiki alas tenda eksisting, menyediakan ruang ibadah komunal, serta mendukung pembangunan tenda pengungsian baru.
Dalam rangka mendukung keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak terdampak, kata Bimala, Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPEBI) juga telah menyalurkan bantuan peralatan sekolah kepada 56 siswa SDN Padasari 2 dan 10 tenaga pendidik pada 13 Maret 2026.
"Selanjutnya pada hari ini, tanggal 31 Maret 2026, KPw BI Tegal kembali menyalurkan bantuan berupa peralatan sekolah kepada 223 siswa SD Negeri Padasari 1 yang terdampak bencana. Sebagian dana yang telah disalurkan kepada kepada korban bencana di Padasari merupakan hasil penggalangan dana masyarakat oleh Bank Indonesia bersama dengan IPEBI dalam kegiatan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 lalu," jelas Bimala.
Tidak hanya bantuan material, tutur Bimala, kegiatan tersebut dirangkai dengan program edukasi yang menyenangkan, seperti pengenalan Rupiah serta cerita interaktif yang mengajarkan nilai-nilai cinta, bangga, dan paham Rupiah sejak dini.
"Melalui pendekatan ini, anak-anak tidak hanya belajar mengenal uang Rupiah dan cara menggunakannya secara bijak, tetapi juga diajak membangun kembali rasa aman, kebersamaan, dan harapan. Edukasi yang yang dikemas secara menyenangkan ini menjadi bagian dari upaya mendukung pemulihan psikologis anak agar dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan penuh semangat," tandas Bimala.
Bimala mengemukakan, Bank Indonesia sebagai otoritas moneter memiliki mandat untuk menjaga kestabilan nilai Rupiah. Namun demikian, dalam situasi bencana, Bank Indonesia juga berperan aktif dalam mendukung ketahanan sosial-ekonomi masyarakat, termasuk dalam kondisi kedaruratan bencana melalui edukasi yang membangun optimisme generasi muda.
Bimala menjelaskan, rangkaian bantuan dan kegiatan edukatif ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak, mempercepat pemulihan kondisi sosial-ekonomi, serta memastikan keberlanjutan aktivitas pendidikan sekaligus menanamkan nilai positif tentang Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa bagi generasi muda di wilayah terdampak.
"Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pemulihan yang inklusif dan berkelanjutan," pungkas Bimala.
Penulis : ero
Editor : edt