5 Pasar Hewan di Kabupaten Semarang Ditutup Buntut Temuan Wabah PMK


PENGARAHAN : Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kebupaten Semarang bersama Bupati Ngesti Nugraha saat memberikan pengarahan kepada peternak di Kabupaten Semarang, Minggu (22/5). Foto : Ernawaty

UNGARAN, WAWASANCO - Lima Pasar Hewan dibawa pengelolaan Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kebupaten Semarang, ditutup sejak Minggu (22/5). 

Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kebupaten Semarang Wigati Sunu kepada wartawan mengatakan, penutupan ini buntut ditemukannya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di sejumlah wilayah si Kabupaten Semarang. 

"Penutuoan ini sebagai upaya penanggulangan dan pengendalian wabah PMK," tandas Sunu. 

Ia menerangkan, penutupan akan berlangsung hingga tanggal 6 Juni 2022. Itu berarti selama tiga kali 'pasaran' hewan. 

Alasan penetapan waktu sekitar tiga Minggu penutupan, dijelaskan Sunu, melihat dari masa inkubasi PMK selama 14 hari. 

"Setelah dinyatakan kembali normal, masa inkubasi telah selesai pasar akan kita buka kembali," akunya. 

Ada pun, lima Pasar Hewan tergolong besar di Kabupaten Semarang masuk dalam pengawasan yakni Pasar Hewan Kembang Sari, Pasar Hewan Ambarawa, Pasar Hewan Suruh, Pasar Hewan Babatan dan Pasar Hewan Sumowono. 

Sebelumnya, Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kebupaten Semarang menemukan sejumlah hewan milik peternakan yang terjangkit wabah PMK. Temuan itu saat dilakukan sidak di dua tanggal berbeda yakni Tanggal 12 Mei dan 17 Mei 2022. 

Pasca ditemukan hewan ternak terjangkit PMK, Dinas bersama pihak terkait juga mengisolasi tidak hanya Pasar hewan tapi juga peternakan milik warga. 

Ditambahkan Sunu, saat ini Kabupaten Semarang masuk Zona Kuning PMK. Namun dengan status zona kuning Pemkab Kabupaten Semarang telah melakukan penanganan secara cepat. 

,Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir mengingat PMK tidak menular ke manusia selama proses mengelolanya sebelum dikonsumsi secara benar dan tepat,"imbuhnya. 

Penulis : ern
Editor   : edt