WISUDA : Politeknik Bumi Akpelni melaksanakan Upacara Wisuda Perwira Remaja Pelayaran Niaga Jenjang Diploma 3 ke-47 dan Sarjana Terapan ke-1 bagi 460 taruna, di kampus tersebut, pada Sabtu (17/9/2022).
SEMARANG, WAWASANCO - Politeknik Bumi Akpelni melaksanakan Upacara Wisuda Perwira Remaja Pelayaran Niaga Jenjang Diploma 3 ke-47 dan Sarjana Terapan ke-1 bagi 460 taruna, di kampus tersebut, pada Sabtu (17/9/2022).
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Politeknik Bumi Akpelni Capt. Cahya Fajar Budi Hartanto, M.Mar., M.Si., menyatakan terkait kesiapan perguruan tinggi vokasi tersebut dalam mencetak SDM unggul di bidang kemaritiman.
"Sejak Presiden Joko Widodo menggaungkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, pembangunan sarana-prasarana kemaritiman seperti dermaga dan kapal pada periode pertama. Sementara pada periode kedua difokuskan pada pembangunan dan pengembangan SDM) terkait bidang kemaritiman. Ini yang kita lalukan, untuk terus memperkuat SDM lulusan dari Politeknik Bumi Akpelni," terang Capt Cahya.
Termasuk dengan memeprkuat pembelajaran pada praktikum dibanding teori, sehingga lulusan Politeknik Bumi Akpelni benar-benar mampu dan bisa langsung bekerja di industri kemaritiman.
"Kalau dulu istilahnya link and match, kini menjadi plug and play, jadi lulusan Politeknik Bumi Akpelni bisa langsung bekerja sesuai dengan kebutuhan yang ada di lapangan," terangnya.
Ia pun berharap, bagi para lulusan Politeknik Bumi Akpelni yang bekerja di atas kapal bisa menjadi duta bangsa dan menjaga citra bangsa Indonesia karena ketika bekerja di atas kapal, berlayar dengan berbagai warga negara dari seluruh dunia.
"Mereka yang bekerja di perusahaan pelayaran dan pelabuhan yang nantinya menjadi bagian dari penggerak ekonomi dan bisa mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dengan pendidikan karakter," ungkapnya.
Terkait kebutuhan lulusan perguruan tinggi kemaritiman, bila melihat cakupan di Indonesia, sudah terpenuhi.
Namun bila melihat skala dunia, lulusan kemaritiman masih kurang karena kebutuhan yang sangat besar.
Untuk itu pihaknya berkomitmen untuk mencetak lulusan yang tidak berebut pekerjaan di Indonesia, melainkan masuk ke dunia kerja internasional.
"Politeknik Akpelni mendirikan laboratorium Bahasa Inggris menjadi bagian dari komitmen untuk menyiapkan lulusan yang bisa masuk ke dunia kerja internasional," ungkapnya.
Dijelaskan lulusan dari Politeknik Bumi Akpelni sekitar 30 persen diantaranya, sudah bekerja di pasar internasional.
"Angkanya bisa lebih besar lagi saat ini, setelah kita memperkuat kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja internasional," tandas Capt Cahya.
Sementara, pada upacara wisuda kali ini, diberikan penghargaan bagi lulusan terbaik dari setiap program studi (prodi).
Mereka ialah Argo Victoria dari Prodi Sarjana Terapan Transportasi Laut, Muhammad Mudhofir dari Prodi Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhan, Milenio Ilhamsyah Susila dari Prodi Teknika, dan Hadid Widi Arzayudha dari Prodi Nautika.
Pada kesempatan ini, Argo Victoria menceritakan ia telah bekerja di Kementerian Perhubungan sebagai staf ahli direktur bagian hubungan luar negeri.
"Saya tertarik untuk menuntut ilmu di Politeknik Bumi Akpelni pada 2017, kemudian pada September 2020 untuk Prodi Transportasi Laut," ujarnya.
Muhammad Mudhofir pun bercerita tentang pengalamannya ketika praktik darat (prada) di Batam hingga akhirnya diberikan kontrak kerja.
"Saya prada di Batam pada perusahaan agency selama 3 bulan kemudian diperpanjang menjadi 6 bulan, dalam 2 bulan terakhir dikontrak kerja dan dipercaya sebagai kru," kisahnya.
Sementara itu, Hadid Widi Arzayudha dan Milenio Ilhamsyah Susila yang kebetulan menempuh prada selama 13 bulan di atas kapal, mendapatkan penilaian baik dari kapten kapal dan rekomendasi untuk bekerja kembali di perusahaan tempatnya prada.
"Alhamdulillah saya mendapatkan rekomendasi dari perusahaan, sehingga setelah kami lulus dan wisuda, kami bisa bekerja di perusahaan tersebut," pungkas Milenio. ***
Penulis : arr
Editor : edt