Ketika ''Kematian Kecil'' Itu Berlalu

340

Jangan beranjak tidur ketika hubungan suami-istri (timsuis) selesai. Ibarat makan, masih ada hidangan penutup yang harus disantap.

 Umumnya, suami atau istri kurang memahami arti penting afterplay.  Istilah itupada intinya merupakan gambaran perlakuan pasangan suami-istri sesaat setelah berhubungan seksual sebelum tidur atau melakukan kegiatan lain. Setelah orgasme, sebagian suami atau istri setelah orgasme takut akan postcoital vulnerability, dan memilih segera beranjak dari tempat tidur lalu menonton TV, makan, merokok atau membaca koran. Bahkan langsung membalikkan badan dan tidur pulas, dengan menyisakan suara dengkuran yang keras. Ini jelas menyakitkan bagi pasangan yang masih terbuai indah dan serunya permainan.

Seringkali pasangan malu, sungkan atau takut berbicara mengenai apa yang telah terjadi, apa yang tak terjadi dan perlakuan apa yang sebenarnya mereka inginkan. Dan itu merupakan masalah yang seringkali terjadi dan bisa berefek secara fisik maupun emosional.

Jika itu dilakukan, sebenarnya mereka telah menyia-nyiakan kesempatan yang amat baik untuk memperkuat ikatan keintiman. Afterplay yang hangat dan penuh kasih penting untuk meningkatkan hubungan seksual. Jangan Anda sia-siakan kesempatan itu. Ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan untuk meningkatkan keintiman.

 

Utamakan Perasaan Pasangan

Begitu permainan berakhir, jangan langsung dari tempat tidur lalu menonton TV, makan, merokok atau membaca koran. Bahkan langsung membalikkan badan dan tidur pulas, dengan menyisakan suara dengkuran yang keras. Ini jelas menyakitkan bagi pasangan yang masih terbuai indah dan serunya permainan.

Pasangan Anda amat membutuhkan Anda untuk menurunkan emosi yang baru saja memuncak. Banyak suami lupa atau bahkan tidak tahu kalau wanita membutuhkan waktu untuk kembali normal seusai intercourse. Akibatnya banyak istri yang merasa hanya diperlukan pada saat tertentu, untuk selanjutnya diabaikan. Atau para istri menuduh para suami egois.

Ahli seks Nancy Friday menyebutkan bahwa etiket dalam hubungan intim sangat penting. Tak lain karena rasa penghargaan dan perhatian pasangan amat mempengaruhi ketentraman dan kepuasan batin.

"Adalah kewajiban setiap pasangan untuk memperhatikan kepuasan pasangannya. Jika kita sampai tidak tahu bahwa pasangan kita ternyata menyimpan kekecewaan, ini berarti kita belum cukup memperhatikan aturan mainn," ujar Nancy Friday.

Tetaplah di Tempat Tidur

Orang biasanya menjadi lebih peka satu sama lain setelah berhubungan seksual. Karena itu, tetaplah di tempat tidur saat selesai bercinta. Tentu bukan untuk tidur. Berciuman, berpelukan atau berbisiklah seperti anak kecil yang nakal. Sesekali Anda menyelinginya dengan canda. Aktivitas itu menimbulkan kesan perasaaan ingin berbagi keintiman. Lakukan sedikitnya selama lima menit. Lima belas menit akan lebih baik lagi.

Selain bahasa tubuh, ungkapan-ungkapan romantis bisa menambah kemesraan. Katakanlah "I Love You" atau pujilah pasangan Anda. Kata-kata itu sangat mujarab untuk diucapkan karena memiliki arti yang sangat khusus pada momen yang hangat ini. Setelah itu lihatlah perbedaan-perbedaan apa yang terjadi dalam hidup Anda berdua.

Diskusikan yang Telah Terjadi

Setiap pasangan tentu selalu mengalami masalah dalam bertimsuis. Bila itu terjadi pada Anda, tak ada salahnya Anda berdua mendiskusikan dan membahasnya secara terbuka selepas bertimsuis.

Ungkapkan dan ekspresikan perasaan serta pikiran seksual yang selama ini belum terungkap. Apa yang membuat Anda sungkan membicarakan apa yang Anda sukai dari interaksi seksual Anda dan pasangan. Dan doronglah pasangan Anda agar ia juga membuka dirinya mengenai keinginan seksualnya dan ciptakan suasana penerimaan yang hangat dan gembira.

Jika diam saja, pasangan Anda tak akan tahu apa keinginan Anda. Ia pikir, Anda sudah puas. "Karena itu, bicaralah. Tapi dengan cara tidak langsung," ujar Kate Wachs, Ph.D, dalam buku Dr. Kate's Love Secrets. Misalnya, dengan mengarahkan pembicaraan pada permainan tadi. "Rasanya enak sekali kalau punggungku kamu belai". Jika ia tak juga mengerti, katakan secara langsung.

Ungkapkan Fantasi Anda

Bicarakan fantasi seksual yang Anda berdua inginkan dengan saling bertukar keyakinan. Dengan begitu pasti hubungan seksual Anda di kemudian hari menjadi bervariasi dengan adanya hal-hal baru yang menarik untuk dilakukan dan dibahas setelah berhubungan seksual.

Yang perlu Anda ingat, afterplay bukanlah ajang untuk menilai potensi seks Anda atau pasangan. Afterplay juga bukanlah tempat untuk melepaskan kekecewaan seksual. Ungkapkanlah, dan hendaknya Anda mencoba melakukannya di lain waktu secara bijaksana dengan tak terobsesi pada kesalahan saat ini. Jangan terperangkap pada mitos hubungan seks yang sempurna dan kecewa bila seks bukan hal yang "terbaik". Jangan khawatir dan santailah sejenak, toh masih banyak waktu.

"Memang cukup memalukan membicarakan keinginan terdalam atau rasa frustasi kita terhadap hubungan intim. Dengan orang terdekat sekalipun," kata Lilian Glas Ph.D, penulis The Complete Idiots Guide to Understanding Men and Woman. Jadi, mengapa bicara soal seks jadi membingungkan.

Jauhkan Urusan Serius 

Meski afterplay waktu yang tepat untuk membicarakan banyak hal, tapi jauhkanlah dulu masalah lain. Artinya, jangan membawa masalah ke tempat tidur Urusan anak atau tagihan rekening memang penting, dan acap kali bisa diselesaikan di ranjang. Tapi masalah-masalah itu akan membuyarkan upaya untuk mengakrabkan hubungan Anda berdua. Konflik dan masalah sering berperan dari tempat tidur, dan acap selesai di tempat tidur pula.

Anda harus mengerti topik-topik pembicaraan yang sebaiknya dihindari selesai bercinta. Fokuskan pada aktivitas dan pembicaraan yang menghangatkan hubungan suami-istri. Membicarakan soal anak-anak, rumah tangga, mertua, urusan kantor, urusan politik dan pembicaraan serius sejenisnya hanya akan membuyarkan konsentrasi dan mengalihkan perhatian Anda.

"Disarankan sebaiknya Anda hanya berbicara mengenai hal-hal yang intim, romantis dan hangat tentang Anda berdua," saran Nancy Friday.

Perbanyak Minum Air

Konsumsilah air putih sebanyak-banyaknya seusai melakukan hubungan intim bersama pasangan. Lho, apa hubungannya? Banyak orang kerap mengalami sakit kepala atau lemas setiap kali habis melakukan hubungan intim. Dan, bisa jadi itu disebabkan karena kurangnya minum air atau lupa meminumnya setelah melakukan hubungan intim.

Dr. John Leiper, seorang pakar keseimbangan cairan dan hidrasi dari Aberdeen University, menekankan pentingnya minum air setelah melakukan hubungan badan. Dia mengatakan, banyak orang tak sadar bahwa hubungan badan dapat mengakibatkan dehidrasi sama seperti berbagai bentuk olahraga lainnya. "Keluarnya keringat, wajah merah, dan tubuh letih, semuanya merupakan tanda bahwa denyut jantung lebih cepat, yang berarti bahwa tubuh bereaksi terhadap seks sama seperti reaksi terhadap olahraga kardiovaskuler lainnya," ujarnya.

Meskipun tidak terlihat jelas berkeringat, sehingga kalau Anda berolahraga atau melakukan hubungan badan, air yang hilang ini akan meningkat dan kita perlu menggantinya lagi untuk mencegah dehidrasi. Studi ini menemukan bahwa waktu setengah jam yang digunakan untuk melakukan hubungan badan sebanding dengan berlari sekitar lima kilometer atau berolahraga di pusat kebugaran.

Penulis :
Editor   :