Ini Dia! 5 Cara Menolak Tanpa Menyakiti

451

Inilah paradoks yang dialami sebagian perempuan. Ada yang kerepotan cari pasangan, sebaliknya ada pula yang kerepotan menolak lelaki yang kepengin mengikat. Tapi keduanya acap bersentuhan. Perempuan yang belum punya pasangan pun acap bukan karena tak ada lelaki yang mendekati, tapi lebih pada bagaimana mencari pasangan yang tepat.

Umumnya, perempuan suka jika banyak lelaki dekat dengannya. Siapa sih yang tak kepengin punya banyak teman. Masalah datang ketika kedekatan itu berujung pada pengungkapan kata cinta, tapi hati merasa tak sreg. Bagaimana menolaknya? Tak gampang, memang. Banyak alasannya; takut menyakiti, kehilangan teman, atau relasi, dan sebagainya. Berikut tipsnya.

Bersikap Kebalikan

Ketika lelaki berani mengungkapkan perasaannya, tentu ada sesuatu yang membuatnya tertarik pada Anda. Mungkin keceriaan Anda, sisi maskulinitas Anda, atau perhatian Anda. Banyak hal. Nah, agar di sia berpikir ulang untuk memburu Anda, tampilkan sisi kebalikannya. Jika selama ini Anda seolah memberi perhatian, maka kurangilah. Jika selama ini ia tertarik dengan sikap Anda yang apa adanya, tak ada salahnya tampil norak di depannya. Buat si dia menafsirkan kembali sikap Anda. Paling-paling Anda dicap sebagai perempuan tak berkepribadian, tak punya kelas.

Cara ini bisa makin ampuh jika Anda menerapkan jurus ini, yakni membicarakan lelaki lain di bersamanya. Ini cara ampuh untuk meredam keinginannya untuk menjadi kekasih Anda. Katakan saja betapa Anda amat tertarik dengan lelaki A, dan berharap bisa menjadi kekasihnya. Pembicaraan ini bisa menumbuhkan jarak, dan menebalkan pemahaman bahwa Anda hanya ingin menjadikannya sebagai tempat curhat.

Jangan Terbuka

 Jangan beri kesempatan seluas-luasnya untuk dia memberi tafsiran. Lain soal kalau memang sudah ada komitmen untuk sekadar menjadi sahabat. Janganlah Anda mengungkapkan perasaan, emosi, kemalangan atau suatu masalah. Cukup teriak-teriak atau ketawa saja. Happy fun. Lelaki cenderung merasa diberi hati, dipercaya, jika ia bisa jadi keranjang sampah, apalagi bisa membantu memecahkan permasalahan gadis idamannya. Karena, "Pria sangat suka mencari jalan keluar untuk masalah yang dihadapi teman dekatnya, terutama perempuan. Dengan menemukan jawaban dari sebuah masalah, mereka merasa diperlukan dan hebat," kata Judy Kuriansky, Ph.D., penulis The Complete Idiot's Guide to Dating.

Sebaliknya, jangan beri peluang baginya untuk mengungkapkan kegalauannya. Kalau dia bilang punya masalah dan ingin bercerita, tolak saja secara halus, bahwa kamu sedang sibuk, misalnya. Tapi kalau dia sudah di hadapanmu, cukup dengarkan saja. Tak usah memberi saran, empati.

Jauhi Berduaan

Umumnya lelaki cari-cari waktu untuk dekat dan mengungkapkan perasaannya. Tentu, waktu saat hanya berduaan. Nah, jangan beri ruang ini. Kalau dia mengajak, tolaklah dengan halus karena kesibukan atau dengan mengatakan, "Lebih suka beramai-ramai." Tetaplah kumpul dan bermain bersama geng Anda. Pergi berbelanjan ke mal, misalnya. Dan toh persahabatan yang sejati harus bisa saling menghargai kebebasan setiap individu.

Kalau dia berkunjung ke rumah, tetaplah bersama keponakan atau saudara kamu. Dengan begitu si dia tak punya waktu yang bebas dan menyenangkan untuk mengenal Anda lebih dalam. Anda pun tak akan menghadapi situasi yang tak mengenakkan karena harus menjawab lamarannya. Paling-paling si dia akan mencari alternatif lain; telepon atau surat, yang untuk menjawabnya, Anda tak mengalami tekanan hebat seperti ketika berhadapan langsung.

Alihkan Perhatian

 Bila si dia nekad, Anda merasa terpojok, dan tahu lawan bicara Anda akan mengungkapkan sesuatu, terapkan gaya ini. Caranya, potong pembicaraan dengan melemparkan topik baru yang tak ada hubungannya dengan Anda. Tapi lakukan dengan hati-hati dan luwes agar lawan bicara Anda tak merasa tersinggung atau menganggap Anda sengaja menghindar. Bisa pula Anda berlagak sok sibuk atau tiba-tiba ingat sesuatu yang harus dikerjakan. Misalnya, ingat harus menelpon teman.

Bila Anda selalu sigap bereaksi memotong pembicaraan yang tak Anda inginkan, niscaya akan mampu melompati situasi yang tak menyenangkan. Biarkan si dia makin deg-degan, dan kemudian urung mengungkapkan perasaannya karena menganggap Anda tak punya perasaan yang sama. Ingat, lelaki cenderung takut untuk ditolak.

Beri Penjelasan

 Adakalanya cara-cara Anda tetap tak mempan. Artinya, si dia tetap saja mengungkapkan perasaannya dengan cara dan bentuk apapun. Kalau sudah begini, jalan keluarnya adalah menjawab saat itu juga dengan nada datar, dan alasan masuk akal. Jangan mengulur waktu, memberi jawaban berbelit-belit atau seakan memberi kesempatan, apalagi berbohong. Jangan katakan, "Saat ini saya belum kepengin menjalin ikatan" jika Anda memang merasa tak cocok dengan lelaki tersebut. Atau "Saya sudah punya orang lain" jika Anda memang masih sorangan. Katakan saja, "Saya tersanjung dengan 'pinangan' Anda, tapi maaf, saya tak punya perasaan yang sama. Tapi saya sangat senang jika Anda tetap mau bersahabat dengan saya." Yakinkan ia bahwa persahabatan Anda dengannya menduduki peringkat nomor satu, dan bahwa persahabatan adalah segalanya. Jawaban tersebut amat elegan, dan tak menyakiti.

Namun acapkali sekali jawaban tak cukup bagi lelaki untuk meyakinkannya. Lelaki cenderung merasa tertantang, dan mencoba lagi. Tetap pertahankan jawaban Anda, sekalipun si dia berusahan berbagai macam cara untuk meluluhkan hati Anda. Butuh konsistensi, memang.

Penulis : lbl
Editor   :