Rektor Unisri Surakarta Prof Dr Ir Sutardi MAppSc tengah mewisuda salah seorang lulusan setempat dalam upacara wisuda lulusan Program Pascasarjana dan sarjana baru program S-1 Periode II tahun 2019 di Kampus setemp[at, Sabtu (12/10) (Bagus Adji W)
SOLO, WAWASAN.CO - Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta mewisuda 403 sarjana baru lulusan setempat. Dari mereka yang diwisuda, sebanyak 168 orang diantaranya atau sekitar 39 persen lulusan dinyatakan lulus dengan predikat Cumlaude. Upacara wisuda bagi lulusan Program Pascasarjana dan sarjana baru program S-1 dipimpin Rektor Unisri Surakarta Prof Dr Ir Sutardi MAppSc di Auditorium kampus setempat, Sabtu (12/10)
Wakil Rektor Bidang Akademik Unisri Dr Rispantyo melaporkan, sebanyak 403 sarjana baru yang diwisuda periode II tahun 2019 berasal dari Program Pasca Sarjana 59 orang yang merupakan lulusan Magister Manajemen 28 orang, Magister Ilmu Hukum 11 orang dan Magister Administrasi Publik 20 orang. Sisanya sebanyak 344 orang merupakan lulusan program S-1 dari 14 program studi. Meliputi Ilmu Hukum 47 orang; Menejemen 53 orang; Akuntansi 62 orang; Agroteknologi tujuh orang; Ilmu Administrasi Negara enam orang; Ilmu Komunikasi 17 orang dan Ilmu Hubungan Internasional sembilan orang. Sedangkan dari progdi Bimbingan Konseling 21 orang; PPKn tiga orang; Pendidikan Bahasa Inggris Sembilan orang; PGSD 81 orang; PG-PAUD lima orang dan PTI 12 orang serta Teklnologi hasil pertanian 12 orang
Pada wisuda kali ini Bekti Rahayu usia 22 tahun empat bulan berrhasil meraih predikat wisudawan Sarjana tercepat karena dapat merampungkan studi selama tiga tahun delapan bulan dengan IPK 3,69 . Sedangkan Jimu Prehatin berusia 20 tahun 10 bulan meraih predikat wisudawan sarjana termuda dengan IPK 3,64. Sementara itu Wiyana (50) dari Prodi Ulmu Hukum dinobatkan sebagai lulusan tertua dengan menempuh studi tiga tahun 11 bulan dengan IPK 3,23.“ Sejak berdiri hingga kini, Unisri Surakarta telah meluluskan 21.977 alumni terdiri 19.624 program sarjana dan 2.353 Magister“, jelasnya.
Pada Kesempatan sebelumnya Rektor Prof Dr Ir Sutardi MAppSc dalam amanatnya menandaskan, saat ini kita telah memasuki era Revolusi Industri 4.0 dan era digital yang sifatnya sangat “disruptive” serta serba cepat. Untuk itu kita tak boleh terlena dan bersikap alon-alon waton kelakon, sehubungan kompetisi yang dihadapi semakin lama kian berat.
“Kuasailah teknologi informasi dan komunuikasi secara arif dan bijaksana agar kita bisa sukses di era Revolusi Industri 4.0. Melalui cara demikian kita akan terbebas dari berbagai pelanggaran baik etika dan kecakap[an hidup lainnya “, tandasnya.
Penulis : baaw
Editor : edt