UNS Tambah 2 Guru Besar


Rektor UNS Prof Dr Jamal Wiwoho SH M.Hum tengah menjabat tangan Prof Dr Hunik Sri Runing Sawitri SE M.Si Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Sumberdaya Manusia pada Fak. Ekonomi dan Bisnis dalam Sidang Senat Terbuka yang berlangsung di Auditorium setempat, Selasa (15/10).

SOLO, WAWASANCO-Guru Besar Universitas Sebelas Maret  (UNS) Surakarta bertambah jumlahnya menjadi 203 orang. Menyusul berlangsung  pengukuhan Prof Dr dr Yulia Lanti Retno Dewi Msi sebagai guru besar bidang Ilmu  Gizi di Fakultas Kedokteran dan Prof Dr Hunik Sri Runing Sawitri SE Msi sebagai guru besar bidang Menejemen Sumberdaya Manusia pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis.  Pengukuhan guru besar ke 203 dan 204 UNS berlangsung dalam sidang Senat Terbuka dipimpin Rektor Prof.Dr Jamal Wiwoho SH M.Hum di Aditorium  setempat, Selasa (15/10).

Prof Dr dr Yulia Lanti Retno Dewi Msi sebagai guru besar bidang Ilmu Gizi di Fakultas Kedokteran UNS dalam pidato pengukuhannya menegaskan, kekurangan iodium merupakan masalah global. Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) merupakan masalah Gizi yang telah lama  diketahui  dan sudah dicoba untuk diatasi. Upaya penanggulangan GAKI di Indonesia sejak dulu masih menggunakan paradigma lama dengan asumsi kekuarangan iodium di suatu daerah adalah takdir dari sananya . Padahal kekurangan iodium menjadi sebab bagi tiumbulnya berbagai akibat dari janin,bayi, dewasa dan orang tua. 

Asumsi kekuarangan iodium merupakan „takdir“ di suatu wilayah yang dipakai dalam program penanggulangan GAKI  tampaknya perlu ditinjau lagi. Dalam penelitian di Ngargoyoso Kab Karanganyar digunakan perspektif ekologi untuk memahami  masalah kekurangan iodium di wilayah setempat mampu bertahan puluhan tahun meski pernah diberikan suntikan Lipiodol. Dalam perspektif ekologi kekurangan iodium  disuatu wilayah merupakan akibat dari berbagai faktor yang ada dilingkungan tersebut.“ Dapat disimpulkan untuk menanggulangi kekurangan iodioum tidaklah cukup dengan memberikan suoplemen sebagaimana paradigma  yang dipakai sekarang ini.“, tandas Guru Besar ke 42 dilingkungan Fak Kedokteran UNS.

Masih dalam kesempatan sama  Prof Dr Hunik Sri Runing Sawitri SE M.Si dalam pidato pengukuhan sebagai Guru Besar   Bidang Ilmu Manajemen Sumberdaya Manusia pada Fak. Ekonomi dan Bisnis  UNS menegaskan, penelitian tentang komitmen telah banyak dilakukan. Hasil kajian menunjukkan, pengaruh  komitmen organisasional pada kinerja tugas tergantung kepada persepsi jarak kekuasaan. Komitmen pada supervisor  bagi karyawan dengan jarak kekuasaan tertinggi lebih kuat berpengaruh positif kepada kinerja tugas  dibanding karyawan dengan jarak kekuasaan rendah. Kemudian komitmen pada supervisor bagi karyawan dengan jarak kekuasaan tertinggi lebih kuat berpengaruh positif pada kinerja tugas  dibandingkan komitmen pada organisasi . „Temuan ini menjadi penting karena karyawan membedakan foci komitmen, yaitu supervisor dan organisasi dan perbedaan dalam sikap inimembuat perbedaan dalam perilaku“, kata guru besar ke 14 dilingkung Fak Ekonomi dan Bisnis UNS.

 

 

 Masih dalam kesempatan sama Rektor UNS Prof Dr Jamal Wiwoho dalam amanatnya menegaskan, Garis Kemiskinan Makanan merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2100 kilokalori perkapita perhari. Paket komoditi kebutuhan dasar makanan diwakili 52 jenis komoditi. Mulai dari padi-padian hingga daging dan telur. Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan pada Maret 2019 tercatat sebesar 73,6 persen. Angka sumbangan Garis Kemiskinan Makanan ini cukup besar di Jawa Tengah. Hal ini menjadi crucial point bagi kita untuk bisa memberi sumbangan yang nyata atas peran UNS dan khususnya peran guru besar di bidang pengembangan SDM dan ilmu gizi sebagai akademisi yang tidak un-rooted professional. (K-2)

 

Penulis : baaw
Editor   : jks