SMAN 1 Purworejo Dicanangkan sebagai Sekolah Siaga Kependudukan


MENYERAHKAN - Kabid Pengendalian Penduduk BKKBN Jateng M Solikul Hadi, didampingi Asisten III Sekda Bidang Pendidikan Pemkab Purworejo Pram Prasetya Ahmad dan Dinsosduk KBPPPA Purworejo  dr Kuswantoro, disela pencanangan SSK di SMAN 1 Purworejo, Rabu (16/10). foto Arixc Ardana

PURWOREJO, WAWASAN.CO - SMAN 1 Purworejo dicanangkan sebagai Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Hal tersebut dilakukan mengingat pendidikan kependudukan perlu dipahami oleh para siswa, agar semakin peka terhadap kondisi demografi serta permasalahan yang menyertainya. Terlebih, Indonesia tengah bersiap menyongsong puncak Bonus Demografi pada 2030-2035.

"Konsep sekolah kependudukan bukanlah menambah mata pelajaran, yang sudah ada, namun dengan mengintegrasikan isu-isu kependudukan, dalam mata pelajaran yang sudah ada. Dengan demikian, keberadaan SSK tidak membebani para siswa secara akademis,"papar Kabid Pengendalian Penduduk BKKBN Jateng M Solikul Hadi, disela pencanangan di Purworejo, Rabu (16/10).

Contoh konkretnya, misalnya mengintegrasikan isu kependudukan dan pembangunan keluarga dalam pelajaran geografi, sosiologi atau antropologi sedangkan isu KB dan kesehatan reproduksi pada pelajaran biologi.

Di dalam SSK juga terdapat Pojok Kependudukan yang menjadi salah satu sumber pembelajaran peserta didik sebagai upaya pembentukan generasi berencana yang peduli dengan fenomena kependudukan.

"Upaya-upaya tersebut diharapkan dapat memberikan edukasi kepada siswa tentang kependudukan. Termasuk upaya pencegahan pernikahan dini di kalangan remaja. Ini penting, sebab sering kali dengan pernikahan di usia muda, mereka rentan mengalami perceraian, ketidaksiapan secara mental dan ekonomi, hingga stunting atau kekurangan gizi bagi anak mereka, karena dari faktor mental dan ekonomi tidak mendukung," tandasnya, didampingi Dinsosduk KBPPPA Purworejo  dr Kuswantoro.

Sementara, Asisten III Sekda Bidang Pendidikan Kabupaten Purworejo Pram Prasetya Ahmad menuturkan, melalui SSK tersebut sejalan dengan pencangan pemerintah dalam mendukung program Indonesia Emas, dalam menciptakan generasi muda yang unggul dan berkualitas.

Pihaknya juga mengapresiasi dibentuknya SSK di SMAN 1 Purworejo. Ditandaskan, bonus demografi hanya dapat dimanfaatkan apabila tersedia sumber daya manusia yang unggul dan memiliki karakter kuat. Dengam begitu setiap aspek pembangunan, dapat dikelola serta membuka peluang baru untuk kesejahteraan rakyat.

"Kita berharap kedepan, terlebih di akhir 2019, kita tengah menyiapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Nantinya ini akan menjadi masukan bagi tim perencana, terkait aspek demografi guna pembangunan Kabupaten Purworejo. Termasuk komitmen kita untuk menjadikan generasi muda kita unggul, berjatidiri serta berkualitas,"pungkasnya. 

Penulis : arixc
Editor   : edt