79 Lulusan Prodi Profesi Apoteker Unwahas Diambil Sumpah


SUMPAH - Rektor Prof Dr Mahmutarom dan jajaran, dalam pengambilan Sumpah Apoteker Angkatan XIV tahun 2019, yang diikuti 79 lulusan Prodi Profesi Apoteker, Fakultas Farmasi Unwahas di Hotel Grasia, Kamis (17/10). Foto dok

SEMARANG, WAWASAN.CO – Perkembangan dunia farmasi di Indonesia menunjukkan tren positif. Termasuk dalam mendukung program pemerintah, Indonesia Sehat 2025. Kompetensi dan SDM apoteker pun, perlu terus dijaga dan ditingkatkan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Yayasan Wahid Hasyim Semarang Prof Noor Achmad, dalam pengambilan Sumpah Apoteker Angkatan XIV tahun 2019, yang diikuti 79 lulusan Program Studi Profesi Apoteker, Fakultas Farmasi Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang di Hotel Grasia, Kamis (17/10).

“Dalam mendukung program Indonesia Sehat 2025, perlu dilakukan penguatan di berbagai sektor. Termasuk dari sisi apoteker, sehingga jangan ada persoalan tentang obat. Misalnya salah kasih obat,” terangnya.

Ditandaskan, bahwa apoteker merupakan profesi terhormat, bahkan di luar negeri, pekerjaan tersebut menjadi salah satu dari tiga sektor yang paling dihormati. Penghargaan yang didapat pun cukup tinggi. “Seorang apoteker di Amerika Serikat, itu gaji setahunnya hampir Rp 1,5 miliar. Tentu saja ini didukung dengan kompetensi dan SDM yang mumpuni untuk bisa terjun di profesi tersebut,” ungkapnya lagi.

Lebih jauh dirinya memaparkan, saat ini Fakultas Farmasi Unwahas juga terus berupaya meningkatkan kompetensi lembaga. Termasuk dalam upaya meraih Akreditasi A dalam 2020. “Salah satu sektor yang cukup sulit di bidang farmasi, yakni ketersediaan dosen dengan kualifikasi S2 Farmasi,” terangnya.

Sementara di satu sisi, minat masyarakat untuk memperadalam ilmu farmasi cukup tinggi. Dirinya mencontohkan pada penerimaan mahasiswa baru Fakultas Farmasi Unwahas 2019/2020, tercatat ada sebanyak 600 orang pendaftar, namun hanya ada 80 kursi yang tersedia.

“Untuk itu, apoteker lulusan Unwahas merupakan orang-orang pilihan, karena untuk bisa masuk saja harus menjalani proses seleksi ketat. Di negara-negara maju, apoteker menjadi salah satu profesi unggulan daripada yang lain. Maka berbahagialah kalian yang memilih profesi apoteker,” jelasnya.

Dia berpesan agar para apoteker yang baru saja diambil sumpah untuk mengimplementasikan ilmu yang sudah didapat. “Silakan setelah ini mau buka praktik di mana, sudah bisa,” tegas Noor Achmad. 

Pengambilan sumpah apoteker tersebuta dipimpin Rektor Unwahas Prof Mahmutarom, sebagai pimpinan dewan sidang dengan anggota diantaranyaDekan Fakultas Farmasi  Aqnes Budiarti SF MSc, Kaprodi Profesi Apoteker (PSPA) Risha Fillah Fitria MSc Apt, perwakilan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia Noffendri SSi Apt, serta perwakilan Komite Farmasi Nasional (KFN) Drs Bambang Triwara. Dalam kesempatan tersebut calon apoteker juga disumpah oleh KFN.

 

Penulis : arixc
Editor   : edt