Raker IJTI Jateng Gagas Bentuk Korda


pakar ekonomi Dr Taofik Hidajat saat memaparkan materi dalam workshop

SEMARANG, WAWASAN.CO - Rapat kerja Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI)  Pengda Jawa Tengah digelar di ruang Rapim DPRD Jateng, Jl Pahlawan Semarang, Sabtu (19/10). Raker yang dihadiri pengurus IJTI Jateng, IJTI Muria Raya serta para anggota itu membahas program kerja tahun 2020.

Ketua IJTI pengda Jawa Tengah Dr. Teguh Hadi Prayitno, M Hum, MH  menyatakan dalam raker tersebut diputuskan akan ada kegiatan tahunan, setengah tahunan dan kegiatan bulanan. Program bulanan yaitu  FGD (forum group discussion) dengan tema-tema aktual saat itu. Program setengah tahunan adalah menyelenggarakan acara seminar dalam skala besar yang bekerjasama dengan berbagai pihak, serta kegiatan lain. Sedangkan program tahunannya adalah mengadakan uji kompetensi jurnalis untuk meningkatkan profesionalisme jurnalisme televisi di Jawa Tengah.


Pada raker tersebut, IJTI Pengda Jawa Tengah juga merekomendasikan pembentukan koordinator daerah antara lain Korda Solo Raya, Kedu Raya, Banyumas Raya, dan Korda Pantura Barat.

Workshop Ekonomi
Sebelum raker, di tempat yang sama diselenggarakan workshop peliputan bidang ekonomi. Workshop itu menghadirkan pakar ekonomi Dr Taofik Hidajat  SE, MSi, CRBC dan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Tengah Dra Peni Rahayu MSi.

Tujuan workshop ini untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman para jurnalis di bidang ekonomi. Kemampuan adalah bagaimana jurnalis mampu menganalisa situasi ekonomi regional jawa tengah dan nasional serta memprediksi dan mendorong peningkatan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat.
Selanjutnya meningkatkan pemahaman dimaksudkan agar para jurnalis familiar terhadap istilah istilah ekonomi, sehingga dalam menuliskan karya jurnalistiknya sesuai dengan istilah yang lazim dipakai di bidang ekonomi.

Asisten Bidang Ekbang Setda Provinsi Jawa Tengah Dra Peni Rahayu MS. dalam paparannya menyampaikan pembangunan ekonomi di Jawa Tengah akan mengalami percepatan hingga 4 tahun ke depan. Target peningkatan ekonomi 7,3 persen hingga tahun 2023. Untuk mewujudkan peningkatan tersebut dibutuhkan investasi Rp. 3.058 triliun. Dengan rincian tahun 2019 Rp. 466 triliun, 2020 Rp. 531 triliun, 2021 Rp 603 triliun, 2022 Rp. 684 triliun, dan pada tahun 2023 Rp. 774 triliun.

''Untuk hal pertumbuhan ekonomi tersebut Pemprov Jawa Tengah mendorong investasi industri strategis masuk ke Jateng, membangun infrastruktur dasar, mendorong eskpor dan subtitusi impor, penguatan sumber daya manusia agar dapat memiliki tenaga kerja yang dibutuhkan industri yang akan berkembang di Jateng, serta melakukan pengembangan sektor pariwisata.'' jelasnya.

Sementara itu Taofik Hidajat yang juga pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Semarang menyampaikan pentingnya literasi dan inklusi keuangan. Menurutnya banyak masyarakat mengesampingkan literasi keuangan. Bersumber dari otoritas jasa keuangan Indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia pada tahun 2013 21,8 % dan pada tahun 2016 29,7 %. Sedangkan indeks angka literasi keuangan di Jawa Tengah pada tahun 2016 66,2 %. Selain itu indeks inklusi keuangan masyarakat Indonesia pada tahun 2013 59,7 %, dan meningkat di tahun 2016 67,8 %. Sedangkan angka indeks inklusi keuangan di Jawa Tengah 2016 66,2 %.

"Literasi keuangan yang diketahui oleh masyarakat masih pada perbankan. Namun demikian orang bisa jadi inklusif tapi tidak literate karena hanya ikut-ikutan dengan masyarakat lain. Ambil contoh masyarakat saat ini terjebak pada peer to peer lending atau pinjaman online. Masyarakat juga masih terjebak dalam investasi bodong dengan skema ponzi dan piramida. Adapun total kerugian akibat investasi bodong Rp. 88,88 tiriliun dalam 10 tahun,'' jelasnya.

 

Penulis : arr
Editor   : edt