Pengembangan Produktivitas UMKM di Era Revolusi Industri 4.0


CINDERAMATA - Kaprodi Teknologi Pangan FTI UPGRIS M Khoiron Ferdiansyah STP MSc menyerahkan cinderamata kepada Kadinkop danĀ  UMKM Kota Semarang FX Bambang Suranggono, disela seminar di Gedung Pascasarjana UPGRIS, kemarin. Foto dok

SEMARANG, WAWASAN.CO - Revolusi industri 4.0 menjadikan UMKM lebih berkembang. Hal ini dilihat dari kenaikan hampir 10 kali lipat jumlah UMKM yang terdaftar, setelah diterapkan digitalisasi. Disatu sisi, setiap pelaku UMKM diharapkan mampu menciptakan suatu inovasi baru dari hal yang sederhana, namun dapat memberikan pengaruh besar dalam hasil.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang FX Bambang Suranggono, dalam Seminar Strategi UMKM Untuk Menghadapi Revolusi Industri 4.0 bertema ‘Pengembangan Produktivitas Para Pelaku UMKM , dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0’ di Gedung Pascasarjana UPGRIS, kemarin.

“Setiap pelaku UMKM dituntut untuk memiliki rasa tanggung jawab atas apa yang telah dikerjakan, disiplin, bekerja keras, pantang menyerah karena di dalam suatu usaha pasti memerlukan ketekunan untuk mendapatkan kesuksesan. Pelaku UMKM, juga  diharapkan mampu membuat manajemen pembukuan keuangan yang baik,  dan hal tersebut merupakan salah satu hal tersulit,” terangnya.

Hal tersebut sulit diterapkan karena sebagian besar UMKM  memiliki modal sedikit, yaitu kurang dari Rp 50jt sehinggga untuk membuat suatu pembukuan keuangan, menjadi salah satu permasalahan utama yang menghambat sistem keuangan dari pelaku UMKM.

Dipaparkan, dalam hal ini Dinas Koperasi dan UKM Kota Semarang  sudah sering melakukan pelatihan-pelatihan kepada pelaku UMKM, yang bertujuan untuk memperbaiki sistem manajemen dalam usaha.

“Digitalisasi yang semakin berkembang, membantu kita adalam melakukan berbagai cara untuk membantu para pelaku UMKM , agar dapat lebih maju. Salah satinya dengan di buatkan toko atau gerai-gerai online, sehingga wilayah pemasaran yang dijangkau lebih luas,” terangnya.

Seminar yang digelar Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (Himagipa) UPGRIS, untuk memperingati Hari Pangan Sedunia atau (World Food Day) ke-39, yang jatuh pada 16 Oktober 2019 tersebut, juga menghadirkan pembicara Hanny Sudarmijah, selaku pemilik UMKM Ratu Gaharu Indonesia.

Kaprodi Teknologi Pangan FTI UPGRIS M Khoiron Ferdiansyah STP MSc, menambahkan pengangkatan tema mengenai UMKM, merupakan implementasi dari salah satu visi dan misi Program Studi Teknologi Pangan. “Yaitu menyelenggarakan pendidikan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi terapan, untuk menghasilkan sarjana teknologi pangan yang unggul dalam pengembangan UMKM di bidang pangan, serta berjatidiri,” terangnya.

Acara seminar ini juga merupakan serangkaian acara dari Pekan FTI, yaitu agenda tahunan yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Teknik dan Informatika, bekerjasama dengan himpunan mahasiswa di lingkup FTI UPGRIS. 

 

 

Penulis : arr
Editor   : edt