Perkuat Karakter Bangsa, dengan Paradigma Pancasila


FOTO BERSAMA - Para pembicara berfoto bersama diselaDiskusi Serial dan Focus Group Discussion Kebangsaan di kampus Undip Tembalang, kemarin. Foto Arixc Ardana

SEMARANG, WAWASAN.CO - Hakikat pembangunan untuk meraih cita-cita nasional, merupakan gerak berkelanjutan dalam peningkatan mutu peradaban bangsa dalam tiga ranah utama kehidupan sosial, yaitu ranah mental-spiritual, ranah institusional-politikal, dan ranah material-teknologikal.

Hal tersebut disampaikan Ketua umum Aliansi Kebangsaan, Pontjo Sutowo dalam Diskusi Serial dan Focus Group Discussion 'Mengukuhkan Kebangsaan yang Berperadaban: Menuju Cita-Cita Nasional Dengan Paradigma Pancasila' di kampus Undip Tembalang, kemarin.

"Tema yang dipilih berangkat pada pembangunan meraih cita-cita nasional, dan sebagai penggerak dalam meningkatkan peningkatan mutu peradaban bangsa," ungkapnya.

Ditandaskan,  nilai-nilai kebangsaan terdapat dalam empat konsensus dasar Indonesia. “Pembangunan manusia Indonesia, harus memprioritaskan penguatan karakter kebangsaan kita. Caranya dengan menginternalisasikan nilai-nilai kebangsaan, yang terdapat dalam empat konsensus dasar kita yaitu Pancasila, Pembukaan UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” jelasnya

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (23/10) ini merupakan diskusi publik putaran ke-5 dari Diskusi Serial Kebangsaan yang dilaksanakan bersama-sama oleh Aliansi Kebangsaan, serta Forum Rektor Indonesia.

Selain itu, acara yang bertempat di Convention Hall ICT Undip ini menghadirkan pembicara yaitu Rektor UNS Prof Jamal Winoho, Direktur Iwan Tirta Era Soekamto, dan Sineas Garin Nugroho.

Prof Yos Johan Utama berharap kegiatan tersebut, mampu menumbuhkan kembali rasa peduli satu sama yang lain.

“Saya ingin menumbuhkan kembali gotong royong, rasa menghargai satu sama lain, dan keseragaman untuk dipupuk dari dini, jangan sampai teknologi menggeser segala pekerjaan yang dikerjakan manusia” terangnya. Rix

 

Penulis : arr
Editor   : edt