2020 Indonesia Bebas Kaki Gajah; Menkes Canangkan Belkaga


Menkes RI Nila F Moeloek bersama Dirjen Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit HM Subur, didampingi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Bupati Demak HM Natsir menekan tombol sirine menandai pencanangan Belkaga 2017. Foto : sari jati
 
DEMAK - Pemerintah menargetkan Indonesia bebas penyakit kaki gajah pada 2020. Pada pencanangan Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga) 2017 oleh Menteri Kesehatan Nila F Moeloek yang dipusatkan di Desa Jatisono Kecamatan Gajah tersebut, sebanyak 34,1 juta masyarakat menjadi sasaran pemberian obat pencegahan masal (POPM) filariasis.
 
Di sela pencanangan Belkaga 2017, Menkes Nila F Moeloek menyampaikan, kegiatan dilakukan serentak di 150 kabupaten/kota endemis penyakit kaki gajah tersebut merupakan tahun ketiga yang telah dilakukan Kemenkes. Pertama di Cibinong, dilanjutkan di Kalimantan dan ketiga di Desa Jatisono Gajah Demak. 
"Siapa yang mau kena sakit kaki gajah? Jangan sampai terkena. Obati secepatnya. Sebelum terjadi disabelitas. Hanya karena nyamuk jadinya gajah," ujarnya, Sabtu (6/10).
 
Karenanya, lanjut menkes, harus ada eliminasi kaki gajah. Sebab ketika seseorang  sudah terjangkit, tak bisa disembuhkan. Bahkan akibatkan kecacatan. "Tapi bisa dicegah dengan minum obat antifilariasis. Setahun sekali untuk memutus mata rantai, berturut -turut selama lima tahun," imbuhnya.
 
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes  H Moh Subur menjelaskan, belkaga yang dilaksanakan setiap Oktober sejak 2015-2020 merupakan bulan minum obat pencegahan penyakit kaki gajah secara serenrak oleh masyarakat di kabupaten/kota endemis.
 
Strategi yang tidak hanya fokus pada pengobatan, namun juga intervensi pada pengendalian vektor penyakit dan lingkungan, serta peran aktif masyarakat dalam pembangunan kesehatan. Sekaligus mempercepat terwujudnya cita-cita bersama, yakni keluarga Indonesia yang sehat, bebas dari penyakit kaki gajah. 
 
Di sisi lain Bupati HM Natsir menyampaikan, sejak pertama kali  ditemukan kasus kaki gajah pada 1995, Demak termasuk di antara 10 kabupaten/kota endemis filariasis  di Jateng. Dari 14 kecamatan yang ada, 12 di antaranya telah ditemukan kasus total sebanyak 41 penderita, terbanyak di Kecamatan Bonang. 
 
POPM dilaksanakan sejak 2016 dengan capaian 93 persen lebih. Upaya pencegahan lain di antaranya satu rumah satu jumantik, PSN plus dan penanaman bunga pengusir nyamuk laveinder.  
 
 
 
 
 

Penulis : ssj
Editor   :