‘Link and Match’ Perguruan Tinggi dan Kalangan Industri


WISUDA - Direktur Polteka Mangunwijaya Dr Materius Kristiyanto dan jajaran, bersama wisudawan terbaik dalam wisuda ke2 perguruan tinggi tersebut di Po Hotel Semarang, Sabtu (26/10). Foto Arixc Ardana

SEMARANG, WAWASAN.CO - Semangat Romo Mangunwijaya, yang eksploratif, kreatif dan integral (EKI) harus menjadi bekal bagi para wisudawan Politeknik Katolik (Polteka) Mangunwijaya. Semangat tersebut harus dikobarkan dalam berkarya dan melayani orang lain, terutama mereka yang tersingkir. 

Hal tersebut disampaikan Direktur Polteka Mangunwijaya Dr Materius Kristiyanto, dalam wisuda ke2 perguruan tinggi tersebut di Po Hotel Semarang, Sabtu (26/10).

“Kami bersyukur karena selama kurang lebih 3 tahun, boleh berdinamika dan mendampingi para wisudawan. Mereka kami dampingi menjadi Ahli Madya (tenaga) profesional pada bidang Teknik Kimia, Teknisi Laboratorium Medis dan Tenaga Teknis Kefarmasian. Tidak hanya keilmuan, semangat Romo Mangunwijaya yang meliputi sikap eksploratif, kreatif dan integral, juga kami tanamkan,” paparnya.

Dipaparkan, bersama dosen dan instruktur, para wisudawan ini berdinamika di ruang kelas, di laboratorium, di perpustakaan, di tempat praktek kerja lapangan dan bahkan ditengah masyarakat. 

“Semua itu dijalani, untuk membentuk pribadi yang berkarakter dan profesional pada bidangnya. Kemampuan mereka diuji oleh para dosen, untuk memastikan bahwa mereka memenuhi standar yang dituntut oleh masyarakat, terutama dunia industri,” tandasnya.

Bahkan, lanjutnya, beberapa wisudawan bahkan sudah menjalani dan lulus uji kompetensi dari organisasi profesi. Mereka telah berproses di Polteka Mangunwijaya dan memenuhi syarat untuk diterjunkan ke tengah masyarakat.

Ditegaskan link and match antara dunia industri dan perguruan tinggi ini penting, dan harus terus terjalin.

Sementara, untuk wisudawan terbaik diraih oleh Hafiz Atmasasmita dari Teknik Kimia, dengan IPK 3,89, Firstania Tirza Diandra Yarangga (Analis Kesehatan) dengan IPK 3,85 dan Vien Cinthia Nilavita Dewi (Farmasi) dengan capaian IPK 3,74.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya juga memaparkan sejumlah capaian yang diraih Polteka Mangunwijaya.

Sekalipun baru saja bergabung dan merupakan istitusi pendidikan baru, perguruan tinggi vokasi tersebut, sudah meraih akreditasi institusi dengan nilai baik (B).

“Di tingkat nasional, mengutip pemeringkatan perguruan tinggi vokasi terbaik se Indonesia dari Kementrian Ristek Dikti, Polteka Mangunwijaya masuk dalam 50 besar, yaitu peringkat 44 dari 1.128 Perguruan Tinggi Vokasi di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Pretasi lain adalah dari prodi Analis Kesehatan, meraih peringkat 3 dan kelulusan 100 % untuk Uji Kompetensi Analis Kesehatan se Indonesia.

Dalam bidang sarana prasarana memenangkan dana hibah dari program PPPTS 2018-2019 Kemenristekdikti untuk alat-alat laboratorium hampir Rp 800 juta,hingga dana hibah pembiayaan HAKI dari Dikti. 

“Kami sampaikan terima kasih karena telah mempercayakan pendidikan putera dan puteri ibu dan bapak di Polteka Mangunwijaya. Semoga perguruan tingg ini, terus berkembang dan boleh menyumbangkan lulusan yang berguna bagi masyarakat,”pungkasnya. 

 

Penulis : arr
Editor   : edt