Pelari Asal Italia  Juara Nomor 100 K 'Mesastilla Peaks Chalenge 2017'


Salah satu pelari yang mengikuti Mesastilla Peaks Chalengge 2017, sedang memasuki garis finish di depan  lobby Mayong Mesastila Resort. Foto: Widiyas Cahyono  

MAGELANG-  David Gianelli , pelari dari Italia berhasil memenangi lomba  Mesastilla Peaks Chalenge 2017 yang dilangsungkan selama dua hari Sabtu – Minggu ( 7-8/10). David Gianelli berhasil memenangkan lomba lari trail unik tersebut untuk nomor 100 kilometer  putra dengan catatan waktu  18 jam, 12 menit,12 detik.
 
Sedangkan di urutan kedua diraih pelari asal Indonesia, Arief Wiswoyono dengan catatan waktu 20 jam, 06 menit lebih 39 detik dan disusul pelari asal Inggris, Jason
Robinson  (21,33,31). Sementara di nomor 100 kilometer putri,   pelari asal Malaysia menjadi yang tercepat , yakni, Tahira  Najmunissa  ( 25,01,09), disusul dua pelari Indonesia , Ruth Theresia ( 29.44.25) dan Shindy Patricia (29.44.29).
 
Resort Manager Mesastila , Sugeng Sugiantoro mengatakan,  ajang lari Mesastila Peaks Chalengge 2017 ini diikuti oleh 503 pelari yang terdiri atas 401 pelari asal Indonesia dan sisannya 102 orang berasal dari 25 negara yang ada di empat benua, yakni Benua Asia, Amerika, Eropa, dan Australia.
“Kegiatan semacam ini telah dilaksanakan oleh Mesastilla  Resort selama tujuh kali. Secara berturut-turut dalam upaya untuk mengenalkan potensi wisata yang ada di sekitar  Mesastilla Resort,” kata Sugeng.
 
Ia mengatakan, dari 503 pelari yang mendaftarkan diri tersebut terdiri atas 66 peserta mengikuti nomor 100 kilometer, 72 orang untuk kategori 65 kilometer, kategori 42 kilometer ( 90 orang), 21 kilometer ( 137 orang ) dan 138orang lainnya mengikuti di nomor 11 kilometer. 

Menurutnya,  dalam lomba lari yang unik dan tantangan yang ekstrem tersebut,  para peserta yang dilepas dari halaman Mayong tersebut diwajibkan melewati rute yang menantang seperti   kawasan hutan, jalan pedesaan, persawahan dan juga melewati lima gunung yang ada di sekitar Mesastilla Resort. Yakni, Gunung  Andong (1726 meter diatas permukaan laut), Gunung  Merbabu ( 3.145 meter dpl), Gunung Merapi
( 2.930 meter dpl), Gunung  Telomoyo ( 1.894 meter dpl), dan Gunung
Gilipetung  (1.400 meter dpl).
 
“Khusus di Gunung Merapi,  para pelari hanya sampai di kawasan Pasar Bubrah,” katanya.
 
Ia menambahkan, karena dalam lomba tersebut diperlukan ketahanan fisik yang prima, maka pihaknya mewajibkan para peserta even yang pernah diikuti dan catatan waktunya. Selain itu, para peserta juga harus  menunjukkan peralatan yang harus dibawanya selama mengikuti ajang tersebut.
 
Sugeng mengatakan,  dalam even tersebut start lari juga dilakukan berbeda. Untuk nomor 100  kilometer, start  dimulai pada  pukul 05.00 Sabtu  (7/10) dan sebagian peserta sudah mulai masuk finish pada pukul 23.00 WIB. Sedangkan untuk kategori 65 kilometer, para peserta memulai lari pada pukul 21.00 WIB.
 
Sementara untuk tiga nomor lainnya, dilaksanakan pada Minggu  (8/10), yakni nomor 42 kilometer start mulai pukul 05.00 WIB, selang satu jam kemudian atau pada pukul 06.00 WIB nomor 21 kilometer dimulai dan untuk nomor 11 kilometer baru dimulai pada pukul 07.00 WIB.

Hasil lainnya, di nomor 65 kilometer putra, juara pertama  Pablo Diego Gonzales (Spanyol, 11,16,18). Di urutan kedua dan ketiga masing-masing Mohammad Affindi bin Nudin dari Malaysia, 11.38,01), dan Yurika Chendy dari Indonesia ( 11.41.21).
Di nomor 65 kilometer putri, hanya dua pelari yang berhasil masuk finish, yakni Kim Mathew dari  Australia (14.11.08 ) dan pelari asal Indonesia  Sri Wahyuni (15.39.00)
Di nomor 21 kilometer putra,  dua pelari asal Indonesia berhasil menang yakni  di urutan pertama Hendra Wijaya(  02.38.65) dan kedua diraih  Juanico Coli Chepeda (02.41.46) dan disusul di tempat ketiga pelari asal Belgia  Bert Sacre  02.43.33).
Sedang di nomor 21 kilometer putri,  pelari asal Prancis, Camille Ract berhasil meraih juara pertama dengan catatan waktu 03.1.32. disusul di peringkat kedua dan ketiga yang diraih para pelari Indonesia, yakni  Tutik Septiyani (( 03.20.15) dan Musriyatun (03.20.37).
Di nomor 11 kilometer putra, pelari asal Magelang Runner , Hakiki Umaryono mencatatkan diri sebagai tercepat dengan catatan  01.07.20, disusul  Wahyudi (01.08.50) dan ketiga diraih pelari asal Prancis, Therry Dumontil ( 01.13.08).
 
Di bagian putri nomor 11 kilometer, tiga pelari Indonesia merajainya, yakni  Inke Rimadhani ( 01.39.24), Ni Made Honey  01.39.44), dan Darmawati Indaswari (01.47.21). Sementara di nomor 42 kilometer putra, dikuasai para pelari dari Indonesia. Yakni, Margono (6.20.39 ), Syaicar Oktabvian (6.38.24) dan Andre Adinara(7.08.23). Sedangkan di nomor putri, Su Lin Woo dari Singapura mencatatkan diri  tercepat dengan catatan waktu( 8.36.64), Lina Ali  , Indonesia (8.45.58) dan pelari asal Inggris Laura Windsor ( 8.54.46). Ias

Penulis : widias
Editor   :