Polda Telusuri Keterlibatan Manajemen Zeus Karaoke

  • Ajukkan Rekom Perizinan Usaha

MINTA KETERANGAN : Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Budi Haryanto meminta keterangan kepada tersangka prostitusi, saat gelar perkara di Mapolda Jateng, Rabu (20/11) siang.

SEMARANG, WAWASANCO - Ditreskrimum Polda Jateng melakukan pengembangan penyelidikan dengan menelusuri apakah ada keterlibatan Manajemen Zues Karaoke dalam kasus prostitusi dengan tersangka Irfan Fauzy alias Marcel yang bertindak sebagai penyedia wanita atau muncikari. Pria tersebut sebelumnya ditangkap petugas Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng di tempat karaoke tersebut pada Senin (11/11) sekitar pukul 23.30. Hal itu diungkapkan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Budi Haryanto saat gelar perkara terkait kasus tersebut di Mapolda Jateng, Rabu (20/11) siang.

"Sementara ini penyidikan masih dilevel muncikari. Ke depan kita akan kembangkan keterlibatan management. Kalau ternyata manajemen mengetahui dan terlibat, ada pidananya dan unsurnya terpenuhi pasti jadi tersangka," ungkap Budi Haryanto.

Disinggung terkait penindakan tersebut merupakan tindak lanjut dari perkara Zues yang ditangani Polrestabes Semarang, Budi Haryanto membeberkan, penindakan tersebut bukan pengembangan dari Polrestabes.
"Itu berbeda, kalau Polrestabes kan lokusnya sudah lama sebelum saya masuk ke sini (menjabat sebagai Dirreskrimum Polda Jateng-red)," ujarnya.

Namun kalau nantinya dalam pemeriksaan ada kaitannya dan terbukti melakukan tindakan yang sama, hal tersebut akan menjadi catatan khusus pihaknya.

"Kalau tahun lalu terbukti melakukan hal yang sama (praktik prostitusi), ya bisa jadi catatan kita untuk mengajukan rekom Pemkot tentang izin usaha karaoke tersebut," jelasnya.

Kalau nantinya rekom tersebut diterima Pemkot, tentu saja akan berimbas pada kelangsungan tempat karoake tersebut atau terancam tidak bisa beroperasi kembali.

"Itu akan kita proses, terus kami dorong," ujarnya.

Terkait peran muncikari tersebut dan berapa tarif wanita-wanita tersebut, Budi Haryanto membeberkan, dia berperan sebagai penyedia tempat sekaligus wanitanya.

"Jadi dia itu (muncikari-red) menyedikan tempat dan wanitanya. Tapi tempatnya tidak di karaoke tersebut, itu di hotel," jelasnya.

Adapun, lanjut dia, dari pengakuan Marcel satu wanita belum termasuk biaya hotel dikenai tarif Rp 1,6 juta. Budi Haryanto membeberkan, dalam penindakan dalam rangka cipta kondisi di wilayah hukum Polda Jateng, selain menangkap Marcel pihaknya juga menangkap DC alias Papi (42) yang berperan sebagai penyedia fasilitas spa dan wanita dengan paket bervariatif di Emporium Spa Semarang, pada Selasa (12/11) sekitar pukul 16.30.

"Berbeda dengan yang di Zeus, kalau ini sediakan wanita dan tempatnya langsung di situ," jelasnya.

Dalam penindakan yang dilakukan terhadap Marcel dan Papi, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti termasuk uang tunai, bukti pembayaran dan alat kontrasepsi.

Koordinator Gempar Wijayanto mengatakan, Pemkot Semarang diminta serius mengenai kasus tersebut. "Dengan adanya kasus prostitusi di Zeus, Pemkot harus serius mencabut ijin usahanya  dan tidak memberikan ijin lagi meski dengan nama yang baru," tandas Wijayanto.

Budi Haryanto menambahkan, akan mengusut tuntas kasus tersebut karena tindakan tersebut merupakan penyakit masyarakat yang harus diberantas. Sebab, dari hal tersebut bisa memicu tindak pidana lainnya. Kedua tersangka tersebut kini ditahan di tahanan dan barang bukti Mapolda Jateng sambil menunggu proses hukum selanjutnya. Dalam kasus ini keduanya dijerat Pasal 296 KUHP tentang mempermudah perbuatan cabul orang lain dengan orang lain kemudian Pasal 506 KHUP tentang memgambil keutungan dari pelacuran perempuan. (SMN/Kus)

Penulis : -
Editor   : edt