Dua Gembong Curanmor Ditembak


Dua gembong pencurian sepeda motor (curanmor) sambil meringis menahan sakit menerangkan saat beraksi mencuri di hadapan Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono ditengah gelar kasus, di Pendopo Mapolres Salatiga, Jumat (29/11). Foto : Ernawaty

SALATIGA, WAWASANCO- Dua gembong pencurian sepeda motor (curanmor) meringis menahan sakit setelah kaki keduanya dihadiahi timah panas oleh jajaran Serse Polres Salatiga. Keduanya dikumpulkan dengan cara didor, setelah mencoba melarikan diri saat hendak ditangkap di daerah Jepara, pekan lalu.

Kedua tersangka yaitu Tri Wahono (51) warga Dusun Bandungan RT 02 RW 04, Desa Lawahwelan, Kecamatan Karanggayung, Kabupaten Grobogan dan Yusup  alias Agus Setiawan (39) warga Dusun Gempal RT 03 RW 04 Desa Sumber Agung, Kecamatan Bandarejo, Blora.

Dari tangan kedua pelaku petugas mengamankan sejumlah barang bukti satu buah motor  Honda Beat AD 3057 BCD, satu buah motor Supra H 4534 CS, dua buah tas punggung, 1 buah kunci Y, 1 kunci L, 4 obeng, jaket dan masker.

Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono didampingi Kasatreskrim AKP Suharto dan Kasubag Humas AKP Joko Lelono mengatakan, kedua tersangka merupakan residivis.

"Kedua pelaku ini sudah belasan kali melakukan mencurian motor di Kota Salatiga di tahun 2018. Aksi kedua pelaku sudah meresahkan masyarakat," kata Kapolres di Pendopo Mapolres Salatiga, Jumat (29/11).

Ada pun, sasaran kedua pelaku adalah di mini market. Karena rata-rata yang dicuri saat diparkir di ritel-ritel mini market.
"Namun, pada akhirnya palaku berhasil kita tangkap. Alhamdulillah,” ujar Kapolres

Orang nomor satu dilingkungan Mapolres Salatiga itu menerangkan, penangkapan terhadap kedua pelaku bermula dai laporan  Dhandy Adi  Putra Sembiring pada tanggal 15 September lalu ke Polsek Sidorejo.

Korban kehilangan sepeda motor yang diparkir di rumah kontrakannya di Kemiri.

"Menindak lanjuti laporan korban, petugas kita mendatangi lokasi  untuk olah TKP. Dari keterangan para saksi, diketahui ciri-ciri yang diduga pelakunya," paparnya.

Penyelidikan pun digelar, petugas mencurigai Yusup yang merupakan residivis kasus pencurian sepeda motor.

Yusup berhasil dilacak saaat bersama patnernya Tri Wahono di daerah Jepara. Mengetahui diburu letugas, kedua pelaku berusaha kabur.

"Petugas memberi tembakan peringatan agar keduanya menyerah, namun tetap berusaha kabur. Terpaksa petugas meumpuhkan kedua pelaku pencurian sepeda motor itu dengan timah panas," pungkas Kapolres.

Sementara, dari pengakuan Tri Wahono, ia bersama Yusup sudah sebelas kali melakukan pencurian motor di Kota Salatiga. Sasaran pencurian di parkiran mini market atau kos-kosan.

Sebelumnya, cara kerja keduanya dengan mengamati rumah atau bangunan kosong. Terutama, penghuni rumah dengan aktifitas pulang malam.

"Motor curian langsung kita bawa ke Jepara untuk dijual seharga Rp 2,5 juta ke pembeli di Jepara dan hasilnya dibagi dua. Uang hasil penjualan motor curian untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dan uangnya dibagi dua untuk kebutuhan hidup sehari-hari," aku Tri Wahono yang diamini Yusup. 

Penulis : ern
Editor   : jks