Agustina Ajak Generasi Milenial Paham Sejarah Bangsa

  • Dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng menjadi pembicara dalam diskusi di FIB Undip Semarang, Jumat (6/12/2019).

SEMARANG, WAWASANCO - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti (AWP) mengatakan bahwa generasi milenial adalah penerima tongkat estafet kepemimpinan dari generasi sekarang. Karena itu pada mereka harus ditanamkan karakter kebinekaan, wajib mengetahui sejarah bangsa ini.

“Indonesia dulu dibangun dengan keberagaman. Berkumpul dari banyak suku agama dan ras  untuk menjadi bangsa ini. Sehingga generasi penerus ini harus memiliki karakter yang sesuai dengan ideologi Pancasila. Jika memahami dengan baik falsafah Pancasila dan UUD 45, maka di sana diajarkan tentang bagaimana kita hidup berbangsa,” katanya dalam  seminar “Peran Media dalam Meningkatkan Kebhinnekaan Indonesia” di Gedung Serba Guna Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Undip Tembalang, Semarang, Jumat (6/12).

Seminar yang dipandu Pemimpin Redaksi Harian Wawasan Aulia A Muhammad ini juga menampilkan pembicara Pemimpin Redaksi Harian Suara Merdeka, Gunawan Permadi.

Agustina juga menerangkan bahwa media menjadi penting dalam usaha meningkatkan paham kebinekaan, mempererat, dan menjaga NKRI. Apalagi generasi muda sudah tidak terlepas dari teknologi informasi.

“Generasi sekarang tidak bisa lepas dari telepon pintar untuk berkomunikasi dan lainnya. Tapi, dalam mencari informasi, generasi harus pintar. Harus tahu bagaimana menemukan informasi yang benar. Dan itu hanya bisa didapatkan jika kita tahu mana media yang tepat, mana media yang tidak terverifikasi,” terangnya.

Bagi AWP, generasi milenial harus mau mengetahui sejarah bangsa ini, sehingga dapat menilai apakah sebuah berita atau peristiwa cocok dengan tujuan kita berbangsa atau tidak. Dengan tahu sejarah bangsa, maka faham-faham yang tidak cocok dengan kebinekaan tidak akan mendapat tempat di generasi muda.

“Di sini peran media juga penting, khususnya memberikan informasi yang tak memprovokasi atau malah memecah keutuhan bangsa,” tegasnya.

Agustina tampil cair dalam seminar itu. Anggota MPR RI ini berkali-kali berinteraksi dengan mahasiswa, mengajak naik ke panggung, yang memancing kegembiraan dari peserta. Agustina aktif bertanya tentang sejarah bangsa, dan mahasiswa menjawab. Dia lalu menjelaskan pada mahasiswa yang gagal menjawab soal sejarah bangsa, memberikan pemahaman mengapa tahu sejarah itu menjadi amat penting di saat ini.

“Dengan interaksi semacam ini, saya jadi tahu bagaimana generasi muda mempersepsikan kebinekaan, dan bagaimana mereka berharap media berperan tentang hal itu. Pandangan mereka ini adalah cermin sekaligus menjadi cara kami mengukur pemahaman mereka tentang kebinekaan,” ungkap politikus PDIP itu.

Cara Agustina tampil di panggung ternyata menjadi daya tarik khusus bagi mahasiswa. Fitria, salah satu peserta mengakui dengan dialog interaktif semacam itu mahasiswa jadi terlibatkan langsung.

"Baru kali ini saya lihat anggota MPR RI berdialog dengan gaya milenial, bercanda-canda. Jadi kami merasa nggak  berjarak, bisa langsung nyatu dengan acara. Apalagi meskipun kami salah menjawab, tetap dapat hadiah. Pokoknya acara jadi seru,'' ungkap mahasiswa FIB itu.

Dalam kesempatan itu Gunawan Permadi ikut menjelaskan bagaimana peran media dalam mempererat kebhinekaan Indonesia. “Dalam menyikapi derasnya informasi di era ini, generasi muda perlu belajar bagaimana menyaring informasi. Baik dari media mainstream dan media sosial. Karena tak semua informasi dari media merupakan sebuah kebenaran. Maka butuh cara pandang yang luas untuk menyikapi sebuah informasi,” katanya.

Penulis : arr
Editor   : edt