UPBJJ-UT Semarang Laksanakan UAS di Kendal


Penyandang Disabililitas sedang mengerjakan UAS ditemani oleh Pengawas (dok)

KENDAL, WAWASANCO- Di penghujung Tahun 2019, Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ)-UT Semarang kembali mengadakan Ujian Akhir Semester (UAS), yang dilaksanakan pada tanggal 8 dan 15 Desember 2019.

Kegiatan yang diikuti 500 mahasiswa dari kelompok belajar (Pokjar) Bhayangkara dan pokjar lainnya, termasuk mahasiswa/mahasiswi mandiri online, dibawah naungan/bimbingan akademik pokjar Bhayangkara Kabupaten Kendal, yang terdiri dari 4 Fakultas untuk jenjang Diploma dan Sarjana, yaitu Fakultas Ekonomi (FEKON), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

 

Acara yang dipimpin penanggung jawab UT Wilayah Kabupaten Kendal, Dra. Sri Kadarwati, M.Pd dan Drs. Ismartoyo, M.Pd, tersebut, berlangsung di SMA Negeri 2 Kendal dan SMK Bina Utama Kendal.

 

Menurut pengelola Pokjar Bhayangkara Kabupaten Kendal, Dr. Anwar Sodik, SH, MA, MH, hasil belajar mahasiswa dalam satu semester diukur melalui UAS. Nilai UAS berkontribusi minimal 50% terhadap nilai akhir mata kuliah. Bentuk soal UAS tertulis dapat berupa tes objektif (pilihan ganda) atau tes uraian (esai).

 

“Jawaban ujian untuk tes objektif dikerjakan dalam Lembar Jawaban Ujian (LJU) dan untuk tes uraian dikerjakan dalam Buku Jawaban Ujian (BJU). Untuk mengisi LJU mahasiswa harus menggunakan pensil 2B,” tambahnya. 

 

Lebih jauh dijelaskan Anwar Sodik, pada beberapa program studi UAS juga diberikan dalam bentuk ujian lisan, seperti mata kuliah Speaking, dan ujian mendengarkan, seperti mata kuliah Listening. UAS tertulis dan lisan, yang diselenggarakan secara serentak di tempat ujian yang ditentukan oleh UT

 

"UT tidak hanya melayani ujian dari mahasiswa biasa, namun juga mahasiswa penyandang difabel yang kami berikan layanan prima. Semua berkesempatan yang sama supaya tetap mengikuti ujian UAS,” kata Anwar Sodik.

Sementara itu menurut salah satu peserta UAS, Haifanny Hillal Sailendra, untuk mengikuti ujian peserta harus mempersiapkan alat tulis seperti Pensil 2B, penghapus dan rautan, juga dokumen syarat ujian seperti KTPU (Kartu Tanda Peserta Ujian) dan KTM (Kartu Tanda Mahasiswa).

Ditambahkan oleh mahasiswa program studi S1 Ilmu Komunikasi tersebut, peserta datang saat hari H tepat, karena terlambat lebih dari 20 menit tidak di perbolehkan ikut ujian. Keterlambatan yang berakibat tidak bisa ikut ujian dianggap tidak ikut ujian, tidak ada susulan dan diberikan nilai E.

Dalam UAS, jangan coba-coba mencontek ke buku, apalagi teman di sebelah. Dan buat yang suka nyontek ke temen di sebelah, ada baiknya tanya dulu, dia mata kuliahnya sama atau tidak dengan kita. Karena dalam satu ruangan terdiri dari berbagai macam jurusan dan mata kuliah yang berbeda.

“Selain ini mencontek perbuatan curang, juga akan ada sanksi buat si penyontek, yaitu mendapat nilai E,” pungkasnya.

Penulis : Hanief
Editor   : jks