Sisunandar Dikukuhkan Jadi Profesor di Kebun Kelapa

  • Temukan kelapa Kopyor

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mengukuhkan Prof Drs Sisunandar M Si P hD sebagai Guru Besar, Sabtu (14/12).(Foto :Dok)

PURWOKERTO, WAWASANCO-Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mengukuhkan Prof Drs Sisunandar M Si P hD sebagai Guru Besar, Sabtu (14/12). Menariknya, pengukuhan guru besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Pendidikan Biologi ini dilaksanakn di Kebun Plasma Nutfah Kelapa Kopyor di Science Techo Park UMP, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Rektor UMP Dr Anjar Nugroho mengungkapkan Prof Sisunandar merupakan guru besar ke 7. Menurutnya ada sekitar 18 calon profesor di UMP yang target di tahun 2020 mengukuhkan tiga  profesor lagi.

“Pengukuhan kali ini sangat unik karena dilakukan di kebun. Kami ingin mengajak para hadirin untuk melihat secara langsung karya Prof Sisunandar berupa kelapa kopyor yang ditanam di kebun kelapa milik Universitas Muhammadiyah Purwokerto,” jelasnya.

Menurutnya, kebun plasma nutfah kelapa kopyor milik UMP ini memiliki berbagai jenis kelapa yang dibangun di areal seluas 5 hektare ini memiliki berbagai macam varietas kelapa yang akan dikembangkan.

“Insya allah ini yang paling lengkap jenis-jenis kelapa dari berbagai daerah. Dan insya allah ini adalah representasi jenis-jenis kelapa yang ada di Indonesia yang dikopyorkan oleh Prof Sisunandar,” katanya.

Sementara itu, dalam pengukuhannya, Prof Sisunandar membawakan pidato pengukuhan berjudul “Kultur Jaringan Tumbuhan Untuk Konservasi Dan Produksi Benih Unggul Tanaman Perkebunan: Dari Laboratorium Ke Industri”

Dia mengatakan, Indonesia dianugerahi oleh Allah SWT dengan keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia setelah Brazil. 12 % spesies mamalia, 16 % spesies reptil dan amfibi, 17 % spesies burung, dan 14 % spesies ikan yang ada di dunia hidup dan berkembangbiak di Indonesia. Pada tumbuhan berbunga, Indonesia adalah rumah dari 11 % atau sekitar 25 ribu spesies dimana lebih dari setengahnya merupakan tanaman asli Indonesia.

“Indonesia saat ini dikenal sebagai negara terbesar penghasil kelapa di dunia, namun mayoritas petani kelapa masih hidup di bawah garis kemiskinan. Hampir 3 juta petani kelapa di Indonesia (96 %) memiliki lahan kurang dari setengah hektar yang ditanami kelapa kurang dari 100 pohon,” katanya.

Ia mengatakan, fasilitas, sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk mengembangkan kompetensi masing-masing di UMP saat ini sudah sangat memadai. Menurutnya, fasilitas laboratorium yang dimiliki UMP sangat baik dan modern, teknologi informasi juga dapat diakses dengan mudah.

“Terima kasih banyak atas kontribusi pada supplier peralatan laboratorium yang telah membantu mewujudkan hal ini. Sungguh fasilitas yang dimiliki oleh UMP saat ini sangat jauh lebih baik kualitasnya dibandingkan ketika saya memulai karier sebagai dosen di UMP tahun 1992,” ungkapnya.

Prof Sisunandar juga mengajak kepada para mahasiswa dan dosen yuniornya yang berkiprah di bidang ilmu biologi, pertanian maupun perkebunan di lingkungan UMP untuk terus mengembangkan riset dan inovasinya.

“Tidak ada alasan lagi bagi kita civitas akademika Universitas Muhammadiyah Purwokerto untuk tidak berinovasi dan memberi konstribusi agar Indonesia menjadi lebih baik lagi di masa mendatang,” jelasnya.

Acara rapat senat terbuka UMP ini di hadiri oleh Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof Dr H Chiril Anwar, Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Prof Dr DYP Sugiharto, Bupati Banyumas Ir H Achmad Husein, Rektor UMP, Dr Anjar Nugroho, Senat Kehormatan Prof Alain Rival direktur Cirad, Prancis beserta Wakil Rektor I, II, III dan IV dan jajaran senat UMP .

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt