Atap Sekolah Nyaris Ambrol, Siswa Resah

  • Di SDN 01 Sendang Dawung , Kendal

Atap SDN 01 Sendang Dawung, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal nyaris ambruk. (Foto :Hanief)

KENDAL, WAWASANCO- “Sudah 4 tahun, kami belajar dengan kondisi seperti ini, hingga kini belum juga ada perbaikan." Keluhan tersebut disampaikan Agus Santoso, salah satu guru SDN 01 Sendang Dawung, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Sabtu (14/12).

Pantauan dilokasi, kondisi sekolah dengan atap bolong dan nyaris ambrol, membuat siswa dan guru was- was serta khawatir. Apalagi memasuki musim penghujan, sehingga menggangu proses belajar mengajar.

Terlihat ruangan yang rusak parah adalah ruang kelas 5. Dimana beberapa atap plafon di ruangan kelas itu bolong dan berlubang. Kerangka kayunya pun sudah lapuk, sehingga disangga dengan bambu di tengahnya.

"Setiap terjadi hujan, kelas selalu bocor, sehingga untuk menghindari air hujan kursinya digeser-geser. Dipindah ke tengah, kebelakang, cari yang tidak bocor," ujar Santoso kepada Wawasanco.

Menurut Budi, salah satu Wali murid, dirinya mengaku selalu khawatir jika atap kelas sewaktu- waktu ambruk.

“Khawatir dan was-was, takutnya ada plafon yang jatuh lalu menimpa anak kami, ya kami harap segera diperbaiki, agar kami tidak kawatir lagi”, ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Adib, selaku komite sekolah SDN 01 Sedang Dawung mengatakan, selain ruangan kelas 5, ada ruang kelas lain yang juga atapnya bolong dan dindingnya rusak. Memasuki musim penghujan, dikhawatirakan semakin parah dan membahayakan siswa.

“Ruang kelas lain ada yang gentengnya bocor, dan dindingnya retak- retak. Kami berharap ada tanggapan dari dinas terkait di Kabupaten Kendal untuk segera memperbaikinya,” terangnya.

Sementara itu, Wahyu Yusuf. Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal, saat dihubungi wartawan melalui telepon mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali mengajukan bantuan ke Kementrian tetapi di tolak karena sekolah tersebut berpredikat Sekolah Nasional Pendidikan (SNP). “Jadi kurang tepat, jika dikatakan kami tidak ada perhatian,” ujarnya.

Ditambahkan Wahyu, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan langkah- langkah antisipasi pengamanan.

“Untuk ruang kelas yang disangga, kami akan menambahi dengan tiyang kayu yang lebih kuat, kalau untuk pembangunan renovasi kami tidak bisa serta merta membantu, karena harus melalui perencanaan anggaran terlebih dahulu”, jelasnya. 

Penulis : Hanief
Editor   : jks