WONOGIRI.WAWASANCO. Dalam rangka meningkatkan promosi dan pengenalan akan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Kabupaten Wonogiri, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB dan P3A) Kabupaten Wonogiri melalui BKKBN Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan bertajuk Car Free Sunday, Minggu (15/10).
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, pejabat di lingkungan Kabupaten Wonogiri dan segenap tamu undangan. Adapun rangkaian acaranya antara lain senam sehat bersama, pembagian doorprize, Photo Contest, pameran hasil Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS), konsultasi program KKBPK, serta aksi pembubuhan tanda tangan di bentangan spanduk besar sebagai bentuk komitmen menuju Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera.
Dalam kesempatan itu Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Wagino, SH, di Wonogiri mengungkapkan bahwa angka Pernikahan anak di bawah umur (pernikahan dini) di Jawa Tengah, cukup tinggi sehingga diperlukan perhatian semua pihak. ‘’Data terakhir yang masuk kepada kami, se Jawa Tengah ada 30 ribuan kasus pernikahan dini. Dari angka tersebut, yang diberi dispensasi oleh kantor Pengadilan Agama hanya 10 persennya, atau hanya tiga ribu saja. Hal ini tentunya menjadi kerpihatinan kita bersama,’’ katanya.
Setyorini, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB dan P3A) Kabupaten Wonogiri, menambahkan bahwa Program KKBPK mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera dengan melaksanakan delapan fungsi keluarga. Penerapan fungsi keluarga ini membantu keluarga lebih bahagia dan sejahtera, terbebas dari kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan.
Sedangkan keberhasilan program KKBPK dapat dilihat dari beberapa aspek. Pertama, aspek pengendalian kuantitas penduduk, kedua, aspek peningkatan kualitas penduduk yang dalam hal ini diukur dengan peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarganya. Peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga dapat ditelusur melalui berbagi indikator yang merupakan pencerminan dari pelaksanaan delapan fungsi keluarga.
Dalam pencapaian tujuan Program KKBPK, tentunya sangat memerlukan dukungan, komitmen, kepedulian tinggi, partisipasi, dan kerja sama dari para Stakeholder dan Mitra Kerja, terutama masyarakat Indonesia.
Penulis : tpe
Editor : edt