Tim Polres Kejar Pelaku Penganiayaan


KAPOLRES - Kapolres Pemalang AKBP Edy S Sitepu. Foto : Probo Wirasto

PEMALANG,WAWASANCO - Untuk mengejar tersangka para pelaku kasus kandang monyet yang diduga melarikan diri ke luar kota bahkan hingga luar pula, Polres Pemalang secara khusus membentuk tim untuk melakukan pengejaran. Bahkan menurut Kapolres Pemalang, AKBP Edy S Sitepu,  kasus tersebut menjadi perhatian khusus karena korbannya adalah anak berusia 16 tahun.

"Polres sudah membentuk tim khusus untuk mengejar para tersangka yang diduga telah melakukan penganiayaan pada kedua korban, dengan cara dimasukan ke kandang monyet dan kemudian diguyur dengan bensin sehingga mengalami luka-luka, terlebih lagi kasus ini sudah berjalan satu tahun,"tegas mantan Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat pada wartawan usai kegiatan, Selasa (17/12).

Sementara itu sebelumnya, pihak keluarga korban Rizal Saputra dan temannya Rian, yang diwakili oleh orang tuanya yakni Rasmani (65) dan sang kakak Handoyo (38) mendatangi Mapolres Pemalang. Dalam kedatangannya yang diterima Kasatreskrim AKP Suhadi mereka menanyakan perkembangan kasus pengaiayaan yang menimpa anggota keluarga setahun silam.

"Kami sebagai pihak keluarga tidak terima, dan ingin kasusnya dituntaskan karena sudah berjalan satu tahun dan belum ada pelaku yang diproses,"pintanya pada petugas.

Menurut Handoyo meski saat ini sang adik luka-lukanya sudah sembuh karena peristiwa terjadi setahun silam, namun demikian hal tersebut tidak berarti selesai begitu saja. Apalagi pasca kejadian para pelaku langsung menghilang dari Desa Kesesirejo Kecamatan Bodeh, bahkan hingga saat ini juga tidak diketahui dimana.

Kasatreskrim AKP Suhadi sendiri saat ditanyakan mengenai kasus tersebut menjelaskan jika pada Sabtu 3 Nopember 2018 kurang lebih pukul 13.00 WB. Kejadian berawal saat korban Rizal Saputra dan temannya Rian dijemput dua orang pelaku menggunakan sepeda motor. Kedua korban dibawa ke rumah Agus Tamrin di Desa Kesesirejo RT 08 RW 01 Kecamatan Bodeh

Kedua korban, oleh salah satu pelaku bernama Zaenal dituduh telah mengambil dua unit telepon genggam dari dalam rumah Agus Tamrin. Sebab sekitar dua minggu sebelumnya, korban pernah menginap di rumah Agus Tamrin. Karena diancam dan ditakut-takuti oleh pelaku, korban kemudian mengaku mengambil dua handphone tersebut dan menjualnya pada orang lain.

Kedua korban kemudian dibawa ke belakang rumah dan dimasukan ke dalam kandang monyet, didalam kandang selain dipukuli juga dianiaya dengan cara diguyur dengan bahan bakar bensin sehingga kulitnya melepuh. Ketiga pelaku yang diduga telah melakukan penganiayaan adalah ZM, JMl, dan SR. Pasca kejadian kasus sudah dilaporkan dan ditangani unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pemalang.*

Penulis : pw
Editor   : jks