Tim SAR Polres Blora dengan tangkas, cepat dan lancar berhasil menyelematkan korban tenggelam saat simulasi latihan di Waduk Plered, Blora. Foto : Wahono/
BLORA, WAWASANCO- Personil SAR Polres Blora, Rabu (18/12) berhasil menyelamatkan korban tenggelam di Waduk Plered, Desa Purworejo, Kecamatan Blora.
Untuk menyelamatkan korban, tim SAR bahu membahu dan cukup tangkas dalam mengevakuasi korban tenggelam dengan menggunakan perahu karet.
"Korban tenggelam, berhasil di selamatkan dalam keadaan hidup hidup," jelas Kabag Sumda Polres setempat, Kompol Dr. Rubiyanto.
Penyelamatan cepat korban tenggelam, lanjutnya, hanya aksi TIM SAR Polres Blora saat menggelar pelatihan SAR untuk antisipasi bencana alam di Blora. Ditambhakan Kabag Sumda Kompol Rubiyanto, pelatihan SAR ini sebagai upaya penanggulangan korban bencana alam, dan untuk meningkatkan kemampuan anggota saat pertolongan pertama gawat darurat (PPGD).
Dalam kegiatan itu, sebanyak 30 Bintara Remaja Satuan Sabhara bersama perwakilan anggota Polsek Kota Blora, aktif dalam kegiatan yang digelar di Embung Plered.
Rubiyanto menambahkan, tim Search and Rescue (SAR) harus bisa meningkatkan kemampuan fisik, dan kompetensinya agar bisa menghindarkan korban bencana dari dampak yang berakibat fatal.Sebagai personil Kepolisian, selain fungsi utama sebagai pelindung, pengayom dan pelayanan masyarakat, juga harus siap tanggap darurat bencana."Pelaksanaan Pelatihan ini, untuk mengingat kembali materi latihan SAR," tambahnya.
Menurut Kabag Sumda Polres Blora, pelaksanaan tugas mengamankan dan melayani dalam situasi kontijensi bencana alam dan orang tengelam, Kepolisian harus bertindak profesional, tegas dan terukur, dalam melayani masyarakat.
Harus Kuat
Kompol Rubiyanto menambahkan, syarat mutlak seorang petugas SAR adalah memiliki fisik prima, sehat jasmani, rohani dan kompeten. "Kalau mau menyelamatkan orang, fisik penyelamat harus kuat," tandasnya.
Ditambahkan, petugas SAR harus lebih kuat dari orang yang ditolong, selain harus bisa menyelam tanpa ada alat, juga harus bisa membantu memberikan pertolongan gawat darurat untuk bantu orang.
Untuk itu, sangat butuh latihan yang tekun, serius dan kontinyu, jangan sampai akibat kelalaian justru petugas menjadi korban Di kegiatan itu, Kasat Sabhara AKP Sutarjo menambahkan, materi tentang teori berenang dengan jarak 30 meter dan menyelam.
Tim juga harus cakap dalam mendayung, dan menggunakan pelampung, membalikan perahu karet, menyelamatkan orang tenggelam dan tali temali. “Praktik dan latihan ini, sebagai langkah kesiapan personil, jika sewaktu-waktu terjadi bencana banjir," tambah mantan Kapolsek Sambong, Polres Blora.
Menurut AKP Sutarjo, Kabupaten Blora dilalui sungai Bengawan Solo, diharapkan dengan adanya latihan ini, anggota Satuan Sabhara terbiasa dan lebih cakap melaksanakan tugas-tugas pertolongan dan penyelamatan.
Penulis :
Editor : jks