Dosen Fakultas Sastra, Condro Nur Alim, Ph.D untuk mengikuti Teaching Staff Mobility selama 12 hari di Faculty of Modern Philology, Sofia University Bulgaria. (Foto :Dok)
PURWOKERTO, WAWASANCO- Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mengirimkan salah satu dosen untuk mengikuti ERASMUS + dalam program Teaching Staff Mobility di Sofia University st. Kliment Ohridski Bulgaria, 11-22 Januari 2020.
Santhy Hawanti, Ph.D., Kepala Kantor Urusan Internasional menjelaskan bahwa keberhasilan UMP medapatkan “ERASMUS + ini tidak lepas dari komunikasi kerjasama yang baik dengan Sofia University, Bulgaria. Kolaborasi antara UMP dan Sofia University diwujudkan dalam program staffs and students mobility yang dibiayai dengan grant dari Uni Eropa dalam skema Erasmus +.
“Alhamdulillah, sejak 2018 kita mendapatkan program Erasmus + dengan Sofia University Bulgaria dengan skema mengirimkan mahasiswa untuk mengambil kredit / kuliah selama satu semester di sana. Pada tahun 2019 kita sudah mengirimkan 2 mahasiswa program studi PBI (Pendidikan Bahasa Inggris) dan Sastra Inggris dan untuk tahun ini 2 mahasiswa dari program studi yang sama siap berangkat ke Sofia University Bulgaria bulan Februari mendatang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Santhy menuturkan UMP mengirimkan dosen Fakultas Sastra, Condro Nur Alim, Ph.D untuk mengikuti Teaching Staff Mobility selama 12 hari di Faculty of Modern Philology, Sofia University Bulgaria. Condro, sebagai salah satu dosen Fakultas Sastra lulusan University of Adelaide Australia diminta untuk mengajar dalam bidang ilmu kesastraan dan humaniora. Harapannya, akan ada dosen selanjutnya yang mengikuti program tersebut sebagai penguatan dan peningkatan kapasitas diri serta dapat mengembangkan program ini menjadi joint research antar 2 universitas.
“Kita bersyukur akan pencapaian yang luar biasa dengan diperpanjangnya program Erasmus Plus hingga tahun 2021 mendatang, karena kesempatan untuk berpartisipasi dalam program ini sangatlah kompetitif, dibuktikan dengan saat ini baru hanya ada 60 Perguruan Tinggi Swasta maupun Negeri di Indonesia yg mendapatkan grant tersebut dan UMP adalah salah satu diantaranya dan hanya ada 5 Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang mendapatkan grant Erasmus +,” ungkapnya.
Tentu hal tersebut bisa dicapai karena sinergi dan dukungan dari pimpinan, fakultas dan program studi yang sangat positif merespon kegiatan-kegiatan yang sudah dirancang agar berjalan sesuai rencana. Hal tersebut juga didukung oleh kesadaran diri seluruh civitas UMP agar terus berupaya mengembangkan diri melalui aktivitas-aktivitas internasional.
Saat ini kami juga sedang menyusun proposal Erasmus + lagi dengan skema Capacity Building for Higher Education (CBHE) dengan Perguruan Tinggi di Yunani yang melibatkan beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia. Kerjasama ini difokuskan pada pengembangan program Disaster Medicine untuk Fakultas Kedokteran. Semua masih dalam proses dan kami berharap dukungan dari seluruh pihak agar terwujud menjadi program yang sukses.
Penulis : Joko Santoso
Editor : edt