MAGELANG- Rektor Universitas Negeri Tidar ( Untidar) Magelang Cahyo Yusuf berharap agar para orangtua mahasiswa tidak menuntut anaknya harus menjadi pegawai negeri sipil ( PNS) setelah lulus dari bangku kuliah.
“Bapak dan ibu, janganlah terpaku putra –putrinya harus menjadi seorang PNS, melainkan merintis usaha sendiri hingga sukses dengan berwirausaha,” kata Rektor Untidar Magelang, Cahyo Yusuf dalam
sambutannya pada wisuda sarjana Strata 1 ( S1) dan Diploma 3 ( D3), Sabtu( 14/10).
Cahyo Yusuf mengatakan, selain itu para wisudawan juga dituntut untuk berperan aktif dalam kehidupan, yakni mampu berkompetisi dalam memasuki dunia kerja dan mampu menciptakan lapangan kerja bagi dirinya dan orang lain.
Menurutnya, untuk membekali para mahasiswanya dalam menghadapi kehidupan di masyarakat setelah lulus dari bangku kuliah, pihaknya juga membekali para mahasiswanya dengan mata kuliah kewirausahaan.
“Meskipun mata kuliah kewirausahaan tersebut hanya empat SKS,namun diharapkan bisa membekali para wisudawan dalam mempersiapkan hidup di masyarakat,”katanya.
Ia menambahkan, selain harus mempunyai bekal dalam bidang kewirausahaan, para wisudawan juga harus membekali diri dengan olah pikir dan olahraga untuk menghadapi dalam mengarungi hidup di
masyarakat.
”Olah pikir salah satunya bertindak atau berperilaku sehari-hari dengan dilandasi nilai-nilai agama. Sedangkan, olah raga juga sangat diperlukan agar raga kita fit dan sehat sehingga tidak mengganggu
kesuksesan di hari depannya,” katanya.
Wisuda sarjana Untidar ketujuh setelah berubah menjadi universitas negeri tersebut diikuti 220 wisudawan yang terdiri atas 139 wisudawan program sarjana strata satu (S1) dan 81 lainnya dari program diploma tiga (D3) .
Dari 220 wisudawan tersebut , 33 orang lainya berhasil mendapatkan predikat cumlaude (prestasi dengan banyak pujian). Dan indeks prestasi komulatif tertinggi diraih Siti Marfuah dengan IPK 3,87 dari
program studi Akuntansi program diploma tiga, Fakultas Ekonomi.
Siti Marfuah sendiri, merupakan anak dari pasangan Jalaludin dan Satuna yang keduanya berprofesi sebagai pedagang sate ayam kelilingan di Kota Magelang.
Penulis : widias
Editor :