Saut Situmorang : Saya ke Wonosobo agar Bupati Tenang Bekerja


WONOSOBO - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan (KPK), Saut Situmorang menyambangi Wonosobo, Minggu (15/10). Kedatangan pria kelahiran Belawan, 58 tahun silam tersebut adalah demi menyampaikan materi ceramah bertema pencegahan korupsi kepada jajaran pemangku kewenangan di lingkup pemerintah kabupaten hingga ke tingkat desa.

“Sebenarnya kedatangan saya ke Wonosobo ini adalah dalam rangka membuat Bupati lebih tenang bekerja,” tegas pemilik nama lengkap Thony Saut Situmorang itu.

KPK, menurut Saut tidak hanya berwenang melakukan penindakan terhadap pelaku korupsi, melainkan juga memiliki tugas untuk melakukan pencegahan agar tindak pidana korupsi tidak terjadi di tataran pemerintah, mulai dari pusat sampai daerah. Dengan meningkatnya kesadaran jajaran pemerintahan daerah untuk tidak melakukan korupsi, maka pekerjaan pimpinan daerah disebut Saut juga akan lebih mudah, termasuk dalam mengalokasikan anggaran sesuai dengan rencana yang telah disusun di APBD.

Dalam forum diskusi yang digelar di pendapa kabupaten, dan dihadiri Bupati Eko Purnomo, Ketua DPRD, Afif Nurhidayat, Sekda Eko Sutrisno Wibowo serta jajaran pimpinan OPD dan perwakilan perangkat desa se-Wonosobo, Saut menerangkan sejumlah kiat agar para pemangku kewenangan di pemerintahan tak tersangkut korupsi. “Kuncinya sebenarnya sederhana, yaitu jangan mengambil yang bukan menjadi hak nya masing-masing,” ujar Saut.

Hal itu, menurut Saut tidak terlampau sulit, terutama bagi orang-orang yang memiliki integritas dan bersedia menjalankan perintah Agama dan Tuhan. Sejumlah pemimpin daerah, dikatakan Saut terjebak dalam tindak pidana korupsi karena integritas mereka rendah.

“Kami di KPK bahkan telah menjalin komunikasi dengan Bawaslu agar tercipta pemilu kepala daeah yang berintegritas, sehingga ketika masuk ke bilik suara, masyarakat akan mampu memilih figur calon pemimpin tidak hanya berbasis pada popularitas dan isi tas, alias transaksional saja,” tandasnya.

Ketika Pemilukada berjalan baik, dan pemimpin yang terpilih adalah figur-figur yang memiliki integritas tinggi, Saut meyakini akan lebih mudah terwujud pemerintahan yang bersih dan anti korupsi. Demi meningkatkan kesadaran sikap anti korupsi, KPK dikatakan Saut bahkan berencana untuk menjadikan gedung lama KPK menjadi pusat pembelajaran tentang bahaya korupsi bagi masyarakat.

Ke depan, Saut juga menyebut KPK tidak hanya melakukan kajian terhadap pengeluaran anggaran Negara, melainkan  juga ke ranah pemasukan, seperti upaya mengkaji kenapa di Negara Indonesia yang begitu besar, target pemasukan pajak sebesar Rp 1.000 triliun sulit dicapai.

Menguatkan Semangat

Menyambut kehadiran unsur pimpinan KPK di Wonosobo, sejumlah pihak mengaku sangat apresiatif. Inspektur Kabupaten, Gatot Hermawan mengakui momentum kehadiran Saut Situmorang akan menguatkan semangat antikorupsi di Kabupaten Wonosobo.

“Saya menyampaikan kepada pak Saut agar penguatan inspektorat ditindaklanjuti secara serius karena sudah masuk surat kepada Presiden,” jelas Gatot. Penguatan SDM dan regulasi yang ada di lingkup Inspektorat Kabupaten, menurut Gatot selayaknya ditingkatkan agar kedepan kinerja pengawasan di lingkup daerah juga menguat.

Senada, Kasubbag Keuangan dan Aset Desa, Bagian Pemerintahan Setda juga mengakui kesediaan KPK untuk menyampaikan sosialisasi pencegahan korupsi akan mampu menggugah semangat semua pihak agar bersama-sama menghindari tindak pidana rasuah.

“Bagi jajaran perangkat desa yang sekarang tengah mengelola dana besar utuk pembangunan desa, kehadiran pak Saut ini mestinya mampu menyemangati mereka agar tak ragu lagi menggunakan anggaran sepanjang semua sudah sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dalam RPJM Desa,” tutur Aldhiana.

Sebelum menyampaikan materi ceramah di depan jajaran Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Saut Situmorang disebut Aldhiana juga telah mengunjungi Desa Kalierang untuk meninjau implementasi open data keuangan desa.
 

Penulis : ia
Editor   : wied