Diterjang Longsor, Tiga Rumah Rusak

141

Warga bersama petugas BPBD Purbalingga membersihkan tanah longsor yang menutupi jalan di Desa Panusupan Kecamatan Rembang. Longsor menyebabkan tiga rumah warga rusak. (Foto: Joko Santoso)

PURBALINGGA-Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Purbalingga membuat bencana tanah longsor kembali terjadi. Tiga rumah warga di lokasi yang berlainan rusak karena terkena longsoran tanah.

Keterangan yang berhasil dihimpun Wawasan.co menyebutkan, tanah longsor terjadi di Desa Siwarak Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Minggu (15/10) malam. Akibatnya rumah milik Rasno warga di RT 4 RW 7 rusak. “Kerugian material masih didata,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, Muhsoni, Senin (16/10).

Tanah longsor juga menyebabkan rumah milik Miroji (70), warga RT 16 RW 16 Desa Tunjungmuli Kecamatan Karangmoncol,  rusak.  Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Enam orang yang menjadi penghuni rumah tersebut bisa menyelamatkan diri. Kerugian material ditaksir sekitar Rp 75 juta,” jelasnya.

Selanjutnya rumah milik Winarto (45), warga RT 3 RW 1 Desa Kramat Kecamatan Karangmoncol juga rusak karena terkena longsor.  Tembok belakang rumah runtuh. Pondasi rumah bagian belakang mengalami keretakan. “Kerugian material ditarksir mencapai Rp 10 juta,” paparnya.

Mukhsoni juga menyampaikan tanah longsor juga menyebabkan sejumlah ruas jalan di Kecamatan Rembang tertutup. Diantaranya terjadi di jalan desa Panusupan. Longsoran tanah menutup jalan setinggi sekitar dua meter. ‘Longsoran tanah yang terdiri dari batu dan juga batang pohon membuat akses jalan tertutup total,” lanjutnya.

Selain itu longsoran tanah juga menutupi akses jalan menuju jembatan Lengkung Desa Panusupan. Petugas BPBD Purbalingga bersama warga sudah diturunkan ke lokasi untuk menyingkirkan longsoran tanah yang menutupi jalan.

Kepala BPBD Purbalingga Satya Giri Podo menambahkan pihaknya meminta kepada camat dan kades di wilayah yang rawan longsor untuk waspada. Pasalnya hujan dengan intensitas yang tinggi masih terjadi. “Segera lakukan koordinasi jika terjadi bencana longsor dan banjir, sehingga bisa dilakukan penanganan awal,” imbuhnya.

 

 

Penulis : Joko Santoso
Editor   : wied