Warga Demo Tolak Pembangunan SPBU Baru

85

Nampak warga saat melakukan aksi menolak rencana pembangunan SPBU baru di tengah perkotaan. Foto: Ali Bustomi

KUDUS - Puluhan warga menggelar aksi unjuk rasa menolak rencana pembangunan SPBU baru di wilayah perkotaan. Aksi yang digelar di alun-alun Simpang Tujuh, Senin (16/10) tersebut dilakukan karena warga khawatir pembangunan SPBU tersebut berdampak pada kemacetan arus lalu-lintas.

Dalam aksinya itu, peserta aksi juga menampilkan kesenian barongan serta mengusung sejumlah poster bertuliskan "Kudus kota kecil, 19 SPBU sudah cukup, stop kebohongan publik dan rekyasa dalam pembangunan SPBU, SPBU baru bikin lalu-lintas semrawut".

"Kami tidak menolak upaya perluasan penyerapan tenaga kerja dengan adanya pembangunan SPBU baru," kata salah satu orator aksi Slamet Machmudi yang juga Koordinator Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera (KSBSI).

Menurutnya, dalam pendirian tempat usaha seperti SPBU harus ada kajian yang mendalam, terutama terkait dampak kelancaran arus lalu lintas. Pasalnya, kata dia, dua SPBU baru yang akan berdiri berada di kawasan perkotaan dan berada di jalur padat kendaraan. Di antaranya, di Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan KHR Asnawi Kudus.

Sementara itu, orator aksi lainnya Sumardi meminta, pemerintah mempertimbangkan kenyamanan warga sekitar, karena keberadaan SPBU tentu menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya kebakaran.

Dalam pendiriannya, kata dia, tentu ada kajian tentang analisi dampak lingkungannya, sehingga ketika persyaratan ada yang belum terpenuhi sudah sepantasnya ditolak. "Kami juga khawatir, keberadaan kedua SPBU yang berada di jalur padat lalu-lintas tersebut akan memperpanjang kemacetan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman serta Jalan KHR Asnawi Kudus," ujarnya.

Terlebih lagi, di kedua jalan tersebut juga terdapat beberapa sekolah, sehingga pada jam-jam terntentu akan semakin memperparah tingkat kepadatan arus lalu lintasnya.

Belum izin
Menurut dia, Kota Kudus merupakan kota dengan luas wilayah terkecil, dibandingkan kabupaten lainnya di Jateng. Dengan 19 SPBU saat ini, dia menganggap, sudah memadai dan masyarakat juga sudah terlayani dengan baik.

Ia berharap, Bupati Kudus Musthofa menerapkan prinsip-prinsip pemerintahan yang baik dalam pengambilan kebijakan. "Kami berharap, bupati juga senantiasa menghormati hak-hak warga," ujarnya.

Sementara, Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Revlisianto Subekti, justru mengaku tidak tahu menahu adanya rencana pembangunan SPBU baru. Pasalnya, hingga kini pihaknya belum menerima permohonan resmi atas pembangunan SPBU tersebut.

”Permohonannya saja belum ada yang masuk. Jadi, kami tidak bisa berkomentar lebih banyak lagi. Namun yang jelas, semua permohonan tetap akan kami layani jika sudah memenuhi prosedur termasuk persetujuan warga sekitar,” tandasnya.

 

Penulis : ali boestomi
Editor   : wied