Banjir Banyumas, Truk, Mobil, Motor Hanyut, Puluhan Rumah Rusak


Mobil Terbawa Banjir : Mobil L 300 yang sedang berada di tepi Sungai Logawa di Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng tengah dievakuasi, setelah terbawa arus banjir. (FOTO : Dok/Hermianan E. Effendi)

BANYUMAS – Hujan deras semalaman yang di wilayah Baturaden menyebabkan empat sungai besar di wilayah Banyumas meluap. Terjangan banjir setinggi kurang lebih lima meter menyebabkan puluhan rumah dan jembatan rusak. Satu truk dan mobil L 300 yangs edang melakukan aktiitas penambangan di Sungai Logawa hanyut, begitu pula dengan sepeda motor milik pekerjanya.

Komandan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Banyumas, Ady Chandra, Senin (16/10) mengatakan, terjangan banjir terjadi pada Minggu (15/10) malam sekitar pukul 19.00 WIB. Terjangan air dari arah Baturaden menyebabkan empat sungai yaitu Sungai Banjaran, Sungai Pelus, Sungai Logawa dan Sungai Prukut meluap. Di Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, luapan Sungai Logawa menerjang warga yang tengah melakukan aktivitas penambangan pasir.

?Di Desa Baseh, saat banjir beberapa warga masih berada di Sungai Logawa melakukan penambangan pasir, kendaraan truk dan mobil L300 juga ada di tepi sungai, sehingga ikut terbawa arus. Empat motor milik pekerja juga ikut hanyut,? terangnya.

 Beruntung, para pekerja bisa langsung lari menyelamatkan diri, sehingga tidak sampai ada korban jiwa.Hanya saja truk milik Andri Surasno dan mobil L300 milik Jupri terbawa arus. Begitu pula empat sepeda motor milik warga, yang hanyut dan tersangkut di bebatuan sungai. Kendaraan-kendaraan tersebut baru bisa dievakuasi pada Senin (16/10) pagi, karena saat kejadian sudah mulai gelap.

Evakuasi truk dan mobil memakan waktu cukup lama, karena arus sungai masih cukup deras, meskipun volume air sudah menurun. Tagana dengan dibantu warga sekitar berusaha menarik badan mobil dengan menggunakan tali besar. Tali-tali besar juga diikatkan pada pohon di sekitar sungai, untuk menahan kendaraan supaya tidak terbawa arus.

 Rumah Rusak

 Sementara itu, luapan Sungai Banjaran membuat belasan rumah di wilayah Kota Purwokerto tergenang banjir. Luapan air menggenangi rumah warga di Kelurahan Kober, Kecamatan Purwokerto Barat. Ada tujuh rumah warga yang tergenang banjir di Kelurahan Kober. Luapan air Sungai Banjaran juga menggenangi rumah warga di Kelurahan Kedungwuluh, Kecamatan Purwokerto Barat.

Di Purwokerto Timur, terjangan banjir dari Sungai Pelus membuat beberapa rumah mengalami kerusakan. Di Kelurahan Mersi, RT 01 RW 01, satu rumah longsor dan penghuni harus mengungsi. Tiga kamar kos di Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran juga tergerus akibat terjangan Sungai Pelus. Rumah kos tersebut milik Ibu Sinta.

Luapan air Sungai Prukut membuat jembatan penghubung antara Dusun Karanggondang dan Desa Sambirata, Kecamatan cilongok terputus. Hal ini menyebabkan akses jalan warga sekitar terganggu.

Hingga Senin pagi, warga dengan dibantu Tagana, BPBD serta TNI masih bergotong-royong membersihkan sisa-sisa banjir. Beberapa warga di Kelurahan Mersi yang rumahnya rusak juga masih mengungsi. BPBD Banyumas juga sudah menyalurkan bantuan makanan untuk para korban banjir dan yang mengungsi.

?Kita imbau agar warga meningkatkan kewaspadaan, mengingat banjir yang terjadi tadi malam karena hujan deras di hulu sungai, sementara di Kota Purwokerto sendiri tidak turun hujan, tetapi air sungai bisa meluap hingga ketinggian 5 meter,? kata Ady Chandra.  

  

 

Penulis :
Editor   :