'Little Mecca' akan Ada di Masjid Agung Jawa Tengah


Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) yang tampak megah itu, direncanakan akan dibangun "Little Mecca" atau Mekah Kecil di kawasannya. Foto: Dok
 
 
SEMARANG - Dewan Pelaksana Pengelola (DPP) Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) berencana akan mengembangkan kawasan sekitar masjid menjadi Little Mecca atau Mekah Kecil. Sehingga, ketika orang datang ke kawasan itu, seolah berada di kota suci Mekah.
 
Ketua DPP MAJT, Noor Ahmad mengatakan, ide pembuatan kawasan Little Mekah tersebut muncul sejak 2004 lalu melalui berbagai diskusi, dan saat ini baru dapat akan direalisasikan.
 
“Artinya orang datang akan sekaligus bisa berbelanja, sekaligus berwisata termasuk kuliner yang makanannya serba timur tengah, kawasannya juga dikemas menjadi seperti timur tengah. Bisa jadi ada untanya juga,” kata Noor Ahmad, Selasa (17/10).
 
Di kawasan itu, akan dibuat miniatur kabah, orang berjualan pakaian model timur tengah, kuliner khas timur tengah, perlengkapan haji dan oleh-oleh haji, dan lain-lain. Lahan yang disiapkan adalah sekitar enam hektare milik masjid.
 
“Karena kita sudah memiliki MAJT yang sejak awal dibuat dan diisi mirip dengan Masjid di Mekah, tarawihnya seperti di Mekah, Imamnya seperti di Mekah, Adzannya seperti di Mekah,” katanya.
 
Diharapkan, jika kawasan wisata baru itu sudah jadi maka pengunjung yang datang akan dapat menikmati kuliner timur tengah, menikmati suasana seperti di Mekah maupun Madinah.
 
“Kita juga akan minta izin pada Pak Wali Kota supaya diizinkan bahwa di situ akan dibangun sebuah kawasan seperti di Mekah atau Little Mecca,” katanya.
 
Yang perlu disiapkan saat ini, adalah penataan kawasan diawali dengan pengurukan tanah. Sedangkan sembari berjalan, dapat diawali lebih dahulu di area jalan masuk masjid ari Jalan Soekarno Hatta, kemudian dari Jalan Jolotundo.
 
“Tapi nanti diharapkan Jalan Gajah dan Jolotundo bisa mengikuti itu, masyarakat juga diharap bisa mengikuti. Kalau orang ingin melihat Makah ya datang ke masjid,” katanya.
 
Kepala Sekretariat MAJT, Fatquri Busaeri mengatakan, bahwa saat ini MAJT telah menjadi destinasi wisata bertaraf internasional. Sebab selama ini banyak wisatawan dari berbagai belahan di dunia yang datang berkunjung. Semisal dari Timur Tengah, Asia Timur, Asia Tenggara, dan Eropa. “Kita juga sering temukan ada uang infaq berupa dolar dan ringgit,” ujar Fatquri.
 
Ia menambahkan, selain akan membangun kawasan Little Mekah, MAJT juga telah mempersiapkan pembangunan rumah sakit bertaraf internasional untuk fakir miskin secara gratis di atas lahan seluas enam hektare. Selain itu juga akan mengembangkan kawasan bisnis di lahan seluas enam hektare
 
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Jateng, Ferri Wawan Cahyono mengatakan, pihaknya mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh pihak pengelola MAJT. Adanya Little Mecca nantinya tentu akan menambah objek wisata baru di Semarang dan membuat masyarakat akan rajin datang ke masjid.
 
“Kami mendukung dan apresiasi upaya yang dilakukan oleh pihak pengelola. Harapannya nanti akan jadi obyek wisata baru yang menarik,” katanya.

Penulis :
Editor   :