Agustina Wilujeng: Pancasila Jangan Cuma Dihafal


SEMARANG, WAWASANCO - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti, SS, MM mengakui bahwa masyarakat Indonesia banyak yang hafal Pancasila. Tapi,  dia bertanya, apakah hafalan itu selaras dengan pola perilaku? Bagaimana nilai-nilai Pancasila itu diimplementasikan?

Karena itu, Agustina yang juga anggota MPR RI menyatakan bahwa sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan harus terus dijalankan.
"Masyarakat kita hafal Pancasila iya, namun bagaimana implementasi Pancasila tersebut? saat ini banyak yang melanggar UUD 1945, NKRI dikoyak-koyak. Maka dengan adanya acara ini saya mengajak kita semua saling mengingatkan serta menggugah untuk melaksanakan 4 pilar tersebut," ungkapnya, setelah membuka acara ''Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan'' oleh MPR RI Resto Wak Jo Perum Gedawang Permai I Semarang, Kamis malam (19/3/2020).

Sosialisasi itu diikuti lebih dari 100 peserta, yang hadir berkat kerjasama  MPR-RI, Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Banyumanik Semarang, dan Yayasan Mahardika Satria Nugraha Semarang.

Agustina memaparkan bahwa sebagai dasar dan ideologi negara, Pancasila jangan jadi hafalan saja, tapi harus diimplementasikan dalam kehidupan, diejawantahkan dalam pola perilaku sehari-hari.

''Menjadikan Pancasila sebagai way of life kita,'' katanya, bersemangat.

Acara memang berlansung semangat, interaktif, dan gayeng.  Dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, lalu pembacaan Pancasila, peserta sangat antusias menyimak materi yang dipaparkan narasumber.

Wakil Ketua Bidang Politik Hukum dan Keamanan DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah sebagai pembicara utama juga menjelaskan  sejarah proses kelahiran Pancasila, dan apa makna Pancasila dalam kehidupan kebangsaan kita.

''Pancasila itu perekat utama kebangsaan kita. Pancasila pondasi, sekaligus dasar yang menjaga agar negara ini tetap utuh,'' katanya.

Selain Bona, hadir juga  Ketua BAMAG Banyumanik Semarang Sartono yang memoderatori acara, dan Ketua Yayasan Mahardika Satria Nugraha Semarang Valentina, yang menjadi pengatur jalannya diskusi.

Ada yang menarik  di awal acara ini, panitia meminta peserta untuk memakai hand sanitizer sebelum memasuki joglo. Hal itu ditempuh untuk meminalisasi dampak penyebaran virus Corona yang tengah mewabah. Acara yang dimulai pukul 19.01 WIB itu, berakhir nyaris tengah malam, karena antusiasme peserta.

Penulis : ak
Editor   : edt