Makmun : Pilkada Mencari Pemimpin yang Ngayomi dan Memberi Solusi


KENDAL, WAWASANCO- Pelaksanaan Pilkada menjadi medan untuk menguji program dan kinerja dari setiap paslon beserta tim pemenanganannya. Kalau mereka sendiri tidak mampu menyesuaikan diri, menerapkan pola baru, dan memberikan alternatif solusi dalam Pelaksanaan Sosialisasi atau Kampanyenya, maka akan menjadi catatan bagi masyarakat.

 

Menurut Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon Ali Nurudin dan Yekti Handayani (Nurani), Muhammad Makmun, dimasa pandemi Covid-19 ini, masyarakat membutuhkam sosok pemimpin yang Adaptif, Inovatif dan Solutif.

 

"Pandemi ini situasi yang dihadapi oleh semua paslon di pilkada 2020. Karenanya, pemimpin yang lahir dari Pilkada ini yang adaptif, inovatif dan solutif. Satu lagi, pemimpin yang punya semangat untuk mengabdi," ungkapnya usai mendatangi pengundian nomor urut di Kantor KPU Kendal, Kamis (24/9).

 

Dijelaskan oleh Makmun satu persatu, Adaptif maksudnya, dengan situasi pandemi yang mana perlu beradaptasi dengan kebiasaan baru dengan menerapkan  protokol kesehatan dalam semua kegiatan sosial kemasyarakatan. 

 

Kemudian Inovatif maksudnya, pemimpin harus punya gagasan dan terobosan melalui penerapan pola-pola baru dalam melaksanan setiap kegiatan yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

"Solutif, bahwanya setiap gagasan itu bisa diterapkan dan tepat guna. Pandemi berdampak pada semua aspek kehidupan, namun kegiatan sosial kemasyarakatan harus tetap berjalan. Perlu ada solusi terhadap keberlangsungan UMKM, pertanian, jaring pengaman sosial dan lain sebagainya," jelas Ketua DPRD Kendal tersebut.

 

Terkait hal tersebut, lanjut Makmun, sesuai instruksi dari Ketua Umum PKB, Gus AMI, bahwa semua calon dari PKB harus mampu menjadi role model bagi paslon lain, akan pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi. 

 

"Karenanya kami menginstruksikan kepada semua personil tim pemenangan Nurani dari semua tingkatan, untuk menerapkan protokol kesehatan. Kami telah menyiapkan strategi khusus untuk pelaksanaan sosialisasi sesuai dengan kebiasan baru," terangnya.

 

Menurut Makmun, nomor urut 2 bagi memiliki arti istimewa. Pertama, sebagai simbol perdamaian (Victory), yakni berkomitmen untuk melaksanakan Pilkada secara damai. Kami juga mengajak paslon lain dan timnya untuk melakukan hal serupa. 

 

"Kedua, nomor dua juga berarti nomor yang harus dicoblos. Sesuai urutan tata cara pemungutan suara, yakni pertama dibuka surat suara, kedua dicoblos, dan yang ketiga menutup atau melipat surat suara," ujarnya.

 

Kemudian, menurut Makmun, nomor 2 juga berarti melanjutkan capaian yang sudah dilakukan oleh pemimpin daerahnya. Bagaimanapun, dalam periode pemerintahan di bawah Bu Mirna, telah banyak kemajuan yang dicatakan. Hal ini perlu dilanjutkan dengan program-program yang lebih baik. 

 

"Adapun beberapa program unggulan kami, diantaranya, menyasar perbaikan tata kelola birokrasi dan penguatan pemerintahan desa, dengan mendorong pemdes yang akuntabel dan profesional, di lain pihak juga meningkatkan kesejahteraan bagi aparatur desa," terangnya.

 

Sementara itu menanggapi nomor urut 2 yang didapat pasangan calon Nurani, menurut Ibnu Mundhir Nadhir SH, Putera Menantu Abah Adib Pengasuh Pondok Pesantren Wasilatul Huda Tamangede Gemuh, nomor urut berapapun baginya itu bagus.

 

"Yang terpenting itu visi dan misi dari paslon itu bagus, bisa mengemban amanah dan bertujuan untuk mensejahterakan masyarakatnya, terutama masyarakat Kabupaten Kendal," jelas pria yang akrab disapa Gus Ibnu.

 

Dirinya secara terang-terangan mengaku secara pribadi mendukung dan siap memenangkan pasangan Ustadz Ali dab Yekti Handayani atau Nurani, karena visi dan misinya sesuai apa yang ia harapkan.

 

"Bu Ani bagaikan sosok Srikandi menurut pribadi saya. Dengan latar belakang guru, yang menjadi pelaku langsung di pendidikan, akan bisa mengangkat kesejahteraan Guru Tidak Tetap (GTT) di sekolah negeri dan juga tenaga pendidik di lembaga pendidikan swasta maupun yayasan," ungkapnya.

 

Gus Ibnu berharap, jika nanti Nurani memenangkan pilkada, kemudian menjadi bupati dan wakil bupati Kendal, dapat 

memberikan alokasi khusus dari APBD untuk pendidikan di pesantren dan jaminan kesehatan dengan menanggung sedikitnya 40 persen iuran jamkes dari warga berpenghasilan rendah.

 

"Selain itu, pemerataan pembagunan infrastruktur melanjutkan periode sebelumnya, diantaranya pengembangan kawasan sekitar pintu tol pegandon, sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru dan menopang konektivitas wilayah. Juga penanganan banjir dan rob dengan sistem polder," pungkasnya.

Penulis : Hanief
Editor   : edt