Bentrokan di LP Permisan Nusakambangan, Satu Napi Tewas


Kapolres AKBP Djoko Julianto dan Kalapas Permisan Yan Rusmanto menunjukan barang bukti insiden bentrokan di LP Permisan yang menewaskan seorang napi. Foto: ady purwadi

 

 CILACAP – Bentrokan di LP Permisan Musakambangan Rabu pagi mengakibatkan seorang napi tewas, sekitar pukul 07.50 Rabu pagi .  Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto bentrokan dipicu oleh perebutan pengaruh kekuasaan dalam LP. Masalah pribadi ini berkembang ke kelompoknya masing-masing. “Yang terlibat ada napi teroris, narkoba dan napi kasus penganiayaan. Sekarang situasinya sudah kondusif tapi kami tetap intens melakukan pengamanan bersama pihak Lapas,” tandas Kapolres.

Kapolres menegaskan, ada tujuh tersangka yang diamankan pihaknya termasuk satu napi yang tewas bernama Tumbur Blondy Alvian Partahi Siburian (napi kasus penganiayaan berat-red). Ia mengalami luka berat pada bagian kepala, robek di punggung dan perut. Sejumlah napi lainnya mengalami luka-luka salah satunya John Kei dan kelompoknya, seperti Wenri Yanto Warta Bone dan Muhamad Asrul Sidik yang sempat dirawat di RSUD Cilacap.   Lainnya, ada tiga napi penghuni Blok C Nomor 20, yakni Sutrisno (25), Hasan Bisri (36) dan Dadang Arif (30) yang mendapat perawatan di RS Purwokerto.

 Sementara kalapas Yan Rusmanto mengatakan, minimnya jumlah sipir menjadi salah satu fator penyebab insiden bentrokan Kalapas Permisan, Yan Rusmanto mengakui soal keterbatasan jumlah tenaga sipir ditempatnya.

“Total kita ada 65 petugas Lapas (sipir). Pada saat kejadian untuk petugas jaga ada Sembilan orang dan yang petugas administrasi 39 orang. Jadi memang cukup terbatas petugas kami” tandas Yan Rusmanto dalam press conference di Polres Cilacap, Rabu (8/11).

Tak hanya soal keterbatasan jumlah sipir, namun kondisi Lapas yang overload juga diduga menjadi factor penyebab berikutnya. “Kapasitas LP Permisan sebenarnya hanya untuk 224 napi, tapi sekarang ini dihuni oleh 352 narapidana,” terang dia yang mengaku saat kejadian sedang dalam perjalanan ke Jakarta. Praktis, kondisi ini membuat pengamanan menjadi tidak maksimal apalagi dengan jumlah yang juga terbatas.

 Menurutnya, insiden bentrokan yang menewaskan satu orang narapidana ini terjadi ketika jam makan pagi. “Mereka (napi) baru sarapan artinya semua napi sedang di luar, dan kebetulan staf administrasi sedang melakukan apel, dan saat itulah terjadi bentrokan,” kata Yan Rusmanto yang mengaku ketika insiden sedang dalam perjalanan dari Jakarta.

 Untuk mengantisipasi bentrokan susulan, Tim Satgas Kamtib baik dari Nusakambangan, Kepolisian dan Provinsi dikerahkan untuk mengamankan situasi. “Sekarang sudah aman terkendali. Dan napi yang terlibat konflik kita pisah. Sebagian di boyong ke LP Pasir Putih dan lainnya ke LP Batu” ungkap dia.

Sejumlah barang bukti juga diamankan, seperti sejumlah pisau, besi, pecahan botol dan beberapa benda berat yang digunakan para pelaku bentrokan. 

 

 

Penulis :
Editor   :