Menteri Komimfo, Johny Plate, Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin dan Anggota MPR Saan Mustofa berbicara soal hoax jelang Pilkada Serentak.
JAKARTA, WAWASANCO- Jelang Pilkada serentak. suasana makin panas. Informasi yang tidak benar alias hoax bakal bertebaran. Isinya tentu saja saling me jatuhkan lawan melalui media sosial (medsos).
''Semua kontestan dari semua Paslon dan Timses nya pasti akan menggunakan Medsos se-optimal mungkin,'kata anggota MPR saan Mustofa dalam acara diskusi Empat Pilar MPR RI bertajuk “Waspada Hoax Jelang Pilkada 9 Desember”, di Media Center, Komplek Parlemen, Senayan, Senin (7/12/2020),
Menurut politisi Nasdem ini, peran Medsos menjadi sangat penting di tengah pandemi. Karenanya potensi hoaks juga akan sangat besar.
''Baik itu dari kampanye hitam, fitnah dengan menggunakan akun anonim untuk menjatuhkan elektabilitas Paslon lawan tertentu,''kata Saan.
“Jadi ruang untuk menjatuhkan Paslon lain di tengah pandemi ini sangat terbuka, karena sangat gampang para calon pemilihnya mengakses langsung media sosialnya. Baik itu FaceBook, Instagram, Twitter, dan semua flatfom media sosial dapat digunakan,” pungkas Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu.
Sementara Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Johnny G Plate mengatakan terjadi peningkatan hoax jelang Pilkada serentak pada 9 Desember ini.
Kalau dalam pilkada-pilkada dan kontestasi politik sebelumnya, lanjut Johnny Plate, ditandai dengan perbedaan pendapat yang diametral di antara calon-calon dengan isu-isu yang diametral perbedaannya, khususnya kita saksikan di Pilpres maupun Pilkada DKI. Sebagai contoh dengan mengeksploitasi semua perasaan peserta pemilu dan pemilih.
Namun dia mengakui isu-isu sensitif yang berbau SARA yang dulu begitu luar biasa, kali ini kurang tampak. .
“Kali ini di Pilkada serentak 2020, hal buruk yang dilakukan terus-menerus dan dianggap sebagai kebenaran itu tidak terjadi dan sangat minimal terjadi, dan bahkan hampir tidak terjadi di ruang digital kita di Pilkada 2020 ini,” ungkap Johny Plate.
Sedang Wakil Ketua DPR, Azis Syamsudin mengakui sulit untuk membasmi yang namanya Hoax. Namun untuk memberi efek jera, perlu ada tindkaan tegas terhadap penyebar hoax.
'' Pemerintah harus menindak tegas disinilah perannya daripada menteri kominfo,'katanya.
Menurut Azis, penindakan itu bukan cuma mencabut teks, tapi sanksi juga harus diberikan kepada pembuat dan penyebarnya.
Penulis : ak
Editor : edt