SEMARANG, WAWASANCO - Mengawali tahun 2021, PT Solid Gold Berjangka (SGB) Semarang, menetapkan target pertumbuhan volume transaksi sebesar 50 persen dari tahun sebelumnya sebesar 51 ribu lot.
Selain volume transaksi, SGB Semarang juga akan fokus menambah jumlah nasabah baru sebanyak 500 nasabah, atau meningkat 50 persen dibandingkan tahun 2020.
"Ada sejumlah strategi yang akan kita lakukan untuk mencapai target tersebut. Termasuk dengan menambah jumlah tenaga Business Consultant. Ini membuka lapangan kerja baru dan luas untuk putra/putri di kota Semarang," papar, Pimpinan Cabang SGB Semarang, Conny Lumandung di kantor tersebut, Menara Suara Merdeka, Semarang, Jumat (29/1/2021).
Dipaparkan, sekilas tahapan seorang Business Consultant, mereka akan dididik untuk sampai kepada profesi bergengsi di perusahaan pialang berjangka yaitu menjadi Wakil Pialang Berjangka.
"Prosesnya, mereka harus mengikuti ujian kompetensi dan mendapatkan sertifikasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. Business Consultant dan Wakil Pialang Berjangka terbuka lebar. Penghasilan yang diperoleh pun cukup tinggi. Rata-rata minimal untuk seorang business consultant yang baru terjun, bisa mengantongi Rp 3 juta per bulan," ungkap Conny.
Pekerjaan yang dilakoninya pun tak sulit. Seorang Business Consultant dan Wakil Pialang Berjangka diminta untuk mampu mengolah database, melakukan edukasi serta memberikan jasa konsultasi kepada setiap nasabah yang bergabung, terutama untuk mengarahkan mereka trading mandiri. Selain itu juga bertugas untuk mendampingi nasabah, dari sisi analisa teknikal dan fundamental.
"Jika baru menerjuni profesi ini penghasilan rata-rata per bulan mencapai Rp 3 juta, maka mereka yang sudah lama menekuni, mampu melakukan analisa yang baik terkait perdagangan komoditi berjangka, penghasilannya bisa lebih dari angka tersebut," tambahnya,
Conny mencontohkan, penghasilan yang menjadi rekor di tahun lalu mencapai Rp 500 juta per bulan di PT Solid Gold Berjangka.
Setiap business consultant yang baru akan diberikan training dan dibimbing oleh tim leader yang sudah berhasil. Setiap team leader ini akan memastikan business consultant yang baru untuk closing secepatnya.
Semakin banyak dan cepat business consultant baru yang closing key performance index team leader tersebut semakin tinggi.
"Jadi kepada Anda yang ingin bergabung sebagai business consultant di SGB Semarang, jangan pernah ragu karena ini peluang karir yang menjanjikan untuk masa depan," tandasnya.
Pihaknya juga terus berupaya meningkatkan kompetensi seluruh tim Business Consultant, terkait service skill. Tujuannya agar tercipta zero complain atau tidak adanya aduan dari para nasabah, karena pelayanan diberikan secara optimal.
"Bisnis yang kami jalani adalah mengelola trust, sehingga dari awal kami bertemu dengan nasabah maka trust yang pertama kali dibangun dan dihadirkan," jelasnya.
Dilain sisi, terkait perdagangan komoditi berjangka, produk locogold atau kontrak emas berjangka masih akan diandalkan untuk mendongkrak kinerja SGB Semarang di tahun ini.
"Untuk sekarang produk locogold masih mendominasi sebesar 80 persen dari seluruh produk kontrak derivatif yang ditransaksikan," terang Conny.
Tidak hanya itu, SGB Semarang juga akan menjalankan strategi edukasi, dan promosi yang berkelanjutan di tahun ini. Salah satunya, dengan membuka program trading class via webinar untuk calon nasabah atau masyarakat umum, yang ingin tahu tentang Perdagangan Berjangka Komoditi.
"Untuk itu di awal tahun 2021, SGB Semarang memulai edukasi dengan mengajak para awak media untuk belajar bersama seluk beluk Transaksi Locogold dan industri Perdagangan Berjangka Komoditi," pungkasnya.
Sementara, Dirut Jakarta Futures Exchange (JFX) Paulus Lumintang memaparkan, pengetahuan dan edukasi masyarakat terkait komoditi berjangka, perlu dilakukan secara berkesinambungan, dan terus menerus.
"Termasuk mengajak mereka untuk bertransaksi di perusahaan berjangka yang legal atau resmi. Salah satunya di SGB Semarang ini, sebagai perusahaan berjangka resmi yang sudah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan," tandasnya.
Penulis : arr
Editor : edt