Ketua DPRD Salatiga : Solusi Protokol Kesehatan Covid-19 Diutamakan

  • Saat PTM Digelar Belum Semua Guru Divaksin

MENINJAU: Wakil Wali Kota Salatiga Dr Muh Haris SS MSi yang melakukan sidak langsung mendatangi dan berkesempatan berdialog dengan para siswa si sekolahan yang ditunjuk uji coba PTM. Foto :ist/ Ernawaty

SALATIGA WAWASANCO - Pelaksanaan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) telah berlangsung hati ketiga, namun faktanya belum semua guru di Salatiga menerima vaksin. 

Ketua DPRD Salatiga Dance Ishak Palit memberikan solusi, jika PTM tetap berjalan dan meminimalisir khawatir muncul kasus Covid-19 protokol kesehatan (Protkes) tetap diutamakan. 

"Kita sadari belum semua guru yang sekolahannya menggelar PTM divaksin. Jalan keluarnya 'ya' Protkes Covid-19 tetap diutamakan," ungkap Dance. 

Ia mengingatkan, meski telah divaksin tidak berarti Protkes Covid-19 diabaikan. Ia juga bagi mendapatkan informasi, diperkirakan bulan Juli 2021 vaksin gelombang selanjutnya baru akan datang ke Salatiga. 

"Informasinya Salatiga di terima Juli. Berharap, dunia pendidikan diprioritaskan. Walaupun sudah divaksin," paparnya. 

Sementara, Wakil Wali Kota Salatiga Dr Muh Haris SS MSi yang melakukan sidak langsung mendatangi dan berkesempatan berdialog dengan para siswa si sekolahan yang ditunjuk uji coba PTM. 

Para siswa tersebut kemudian diberikan arahan dan pengertian akan pentingnya selalu patuh dalam menjalankan 5 M dengan protokol kesehatan yang ketat.

'Pembelajaran tatap muka ini hanya berlangsung selama dua jam. Saya minta untuk disiplin dalam  menjaga kesehatan diri maupun orang lain," tandas Wawali. 

Seorang siswa dari SMAN 2 Salatiga, Fella mengatakan bahwa dirinya merasa senang bisa bertemu dengan teman-teman dan guru lagi  untuk menerima pelajaran.

"Senang bisa masuk sekolah lagi walaupun waktunya dibatasi. Sehingga tadinya yang kurang paham saat belajar dari rumah, sekarang lebih paham. PTM ini obat rindu kami setelah setahunan lebih belajar secara daring," imbuhnya.

 

Penulis : ern
Editor   : edt