Angkut Penumpang Gunakan Mobil Bak Terbuka, Warga Sampang Madura Ditilang


Para penumpang bak terbuka B 9448 WAG saat ditanya Kasatlantas Polres Demak AKP Fandy Setiawan alasan menumpang mobil bak terbuka yang sebenarnya untuk mengangkut barang. Foto : sari jati

DEMAK, WAWASANCO-Maksud hati pulang kampung untuk ber-Idul Fitri, Musthofa (40) warga Sampang Madura malah kena tilang (tindak pelanggaran) dari Satlantas Polres Demak. Betapa tidak? Sebanyak 11 orang yang dua di antaranya batita (bayi di bawah tiga tahun) dipaksakan duduk berdesakan di mobil bak terbuka  B 9448 WAG miliknya.

"Kami terpaksa mudik awal karena tahun lalu sudah tidak pulang kampung akibat adanya corona. Makanya kami yang kebetulan sekampung sepakat iuran BBM agar bisa berlebaran di Madura," ujar Musthofa, yang sudah bertahun-tahun merantau di Tangerang itu, Senin (3/5).

Kapolres Demak AKBP Andhika Bayu Additama melalui Kasat Lantas AKP Fandy Setyawan menjelaskan, kegiatan pra operasi Ketupat Candi 2021 menyasar travel gelap ataupun kendaraan umum yang sengaja dimodifikasi khusus agar dapat memuat manusia. Sebab terindikasi banyak masyarakat sengaja mudik awal seiring adanya rencana penyekatan serentak antarkota pada 6-17 Mei, sebagai upaya menekan laju kasus covid-19.

"Target razia tim gabungan ini adalah mobil atau minibus ber-nomor polisi luar Demak khususnya dan Jateng pada umumnya. Sebab terindikasi banyak masyarakat mudik awal untuk menghindari penyekatan dan larangan mudik. Sekaligus mensosialisasikan kewajiban mematuhi standar protokol kesehatan (prokes) saat berkendara," ujar kasat lantas.

Maka itu kepada 11 penumpang pikap asal Tangerang Selatan yang terjaring razia, agar sesampainya mereka di Sampang Madura segera melakukan swab antigen. Di samping melapor ke gugus tugas penanggulangan covid-19 setempat tentang kedatangan mereka. 

"Sembari melaksanakan isolasi mandiri sebelum akhirnya bisa berkumpul sanak keluarga di kampung halaman. Sebab selama perjalanan mereka duduk berdempetan tanpa mengenakan masker pula," imbuh Fandy Setiawan.

Operasi serupa akan dilakukan berkala di lokasi-lokasi yang diduga dilalui para pemudik 'gelap' itu. "Kalau memang ada unsur pelanggaran lalulintas akan dikenai sanksi tilang. Namun jika tidak, kami hanya memeriksa identitas, seraya mengingatkan penumpang untuk tetap mematuhi prokes," tandasnya

Penulis : ssj
Editor   : edt