Ketua GNPK-RI Ditahan Kejari Kota Tegal


Ketua GNPK-RI, Basri Budi Utomo masuk ke dalam mobil Kejaksaan Kota Tegal yang akan membawanya ke sel tahan Mapolres setempat, Senin (17/5) petang. Foto. ero

TEGAL, WAWASANCO –Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI), Basri Budi Utomo ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tegal, Senin (17/5) petang.

Pria yang akrab disapa Basri ini dititipkan ke sel tahanan Polres Tegal Kota selama 20 hari ke depan untuk melengkapi berkas perkara yang menimpanya terkait kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Dandim 0712/Tegal Letkol Inf Sutan Pandapotan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Tegal, Dr Jasri Umar SH MH kepada wartawan menegaskan, pihaknya telah menerima pelimpahan berkas perkara pelimpahan terdakwa atas nama Basri Budi Utomo dari Polres Tegal Kota, pada Senin (17/5).

“Kejari Kota Tegal melakukan penahanan terhadap Basri Budi Utomo karena ada alasannya yang pertama adalah pasalnya bisa ditahan, kedua dikuatirkan mempersulit persidangan dan ketiga dikuatirkan menghilangkan barang bukti dan mengulangi lagi perbuatannya,” kata Kajari.

Ia menambahkan, pasal yang didakwakan yakni pasal UU ITE, pencemaran nama baik lewat media elektronik yang dilakukan oleh terdakwa, dan ancamannya sembilan tahun penjara.

“Kejari Kota Tegal juga memiliki hak untuk menahan terdakwa selama 20 hari ke depan, dan dititipkan di sel tahanan Polres Tegal Kota. Dan terdakwa Basri Budi Utomo ditahan mulai hari ini, Senin (17/5) untuk melengkapi berkas perkara sebelum disidangkan,” tandas Kajari.

Basri menjalani pemeriksaan untuk melengkapi berkas perkara yang menimpanya selama kurang lebih tiga jam di ruang Pidum Kejari Kota Tegal. Usai menjalani pemeriksaan tersebut, Basri yang memakai kaos tanpa kerah leher langsung dibawa masuk ke dalam mobil oleh petugas Kejari Tegal Kota dan langsung menuju ke Polres Tegal Kota untuk menjalani penahanan selama 20 hari ke depan.

Basri kepada wartawan mengaku ikhlas dengan penahanan terhadap dirinya, karena melakukan upaya pelaporan dugaan korupsi yang dilakukan oleh Dandim 0712/Tegal .

“Saya ikhlas dan siap menjalani proses penahanan hingga persidangan karena upaya melakukan pemberantasan korupsi di Kota Tegal ini,” tutur Basri.

Sebelumnya, Polres Tegal Kota telah melakukan upaya memediasi kedua belah pihak, Basri Budi Utomo dan Dandim 0712/Tegal untuk berdamai. Namun, upaya tersebut tidak menemui kesepakatan damai diantara keduanya. Hingga kasus tersebut terus bergulir dan Basri Budi Utomo ditetapkan sebagai tersangka dan menyeretnya untuk dijebloskan ke penjara.

 

 

Penulis : ero
Editor   : edt