Gotong Royong Sediakan Oksigen bagi Rumah Sakit di Temanggung


TEMANGGUNG, WAWASANCO  – Dalam rangka memenuhi kebutuhan oksigen bagi pasien Covid- 19, rumah sakit yang menjadi rujukan di Kabupaten Temanggung, saling bantu memberikan pasokan oksigen bagi rumah sakit yang membutuhkan. Hal itu dilakukan karena lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di seluruh daerah di Jawa Tengah, memicu kelangkaan oksigen medis.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Temanggung, Tetty Kurniawati, mengatakan, dalam dua pekan ini terjadi peningkatan kebutuhan oksigen bagi pasien Covid-19. Hal tersebut membuat ketersediaan oksigen di rumah sakit tidak mencukupi.

“Permasalahan oksigen tidak hanya dialami RSUD Temanggung, namun hampir semua rumah sakit di Jawa Tengah mengalami hal yang sama. Karena faktor utamanya adalah dari pemasok produksinya tidak mencukupi kebutuhan segini banyak orang yang terpapar Covid-19. Permintaan tinggi namun produksinya terbatas,” katanya, kemarin.

Tetty menyebutkan, guna memenuhi kebutuhan oksigen medis, empat rumah sakit yang menjadi rujukan pasien Covid-19 saling membantu untuk mengirimkan pasokan oksigen ke rumah sakit yang membutuhkan.

“Kita saling membantu dalam memenuhi kebutuhan oksigen, jika kami kekurangan dan rumah sakit rujukan lainnya ada pasokan kita memintanya, dan sebaliknya. Tadi ini saja kita mendapat 10 tabung oksigen tambahan dari rumah sakit PKU Muhammadiyah. Sehingga kegotongroyongan dalam menyediakan oksigen ini, bisa menyelamatkan pasien Covid-19,” terangnya.

Guna menambah ketersediaan oksigen, pihak RSUD Temanggung juga sudah mengirimkan 100 tabung, untuk dilakukan pengisian ulang oksigen di Krakatau Steel.

“Kita sudah mengirimkan 100 tabung untuk isi ulang oksigen medis ke Krakatau Steel, itu untuk ketersediaan pasokan oksigen,” pungkasnya.

Tambah Titik Penyekatan 

Sementara, dalam kesempatan berbeda, tim terpadu penegakan PPKM Darurat Kabupaten Temanggung juga terus menambah titik penyekatan menuju Kota Temanggung dan juga tempat-tempat keramaian.

Penambahan tersebut dilakukan di simpang empat Alun-alun Temanggung. Kendaraan, baik roda dua atau empat yang menuju jantung Kota Tembakau tersebut dialihkan.

Kasatlantas Polres Temanggung AKP Fadhlan, mengatakan sebelumnya penyekatan telah dilakukan di dua titik, yakni di Terminal Madureso dan Jalan MT Haryono (Pandean).

Ia menuturkan, penambahan titik penyekatan tersebut dimaksudkan untuk mengurangi mobilitas masyarakat yang dinilai masih tinggi. Karena masih banyak ditemukan masyarkat memanfaatkan jalur-jalur tikus.

“Kita harapkan dengan penambahan titik pembatasan akses jalan ini, bisa meredam mobilitas warga, termasuk penyekatan di jalan masuk dan perbatasan Kabupaten Temanggung di Kledung dan Kaliampo Kecamatan Pringsurat,” katanya.

Fadhlan menyebutkan, hingga hari ini terdapat 147 kendaraan roda empat dan 65 kendaraan roda dua telah diputarbalikkan. Semua kendaraan yang dipaksa putar balik tersebut adalah mereka yang tidak memiliki surat keterangan bebas Covid-19 maupun tidak memiliki kepentingan yang mendesak.

“Intinya kita pada PPKM kali ini tidak seperti sebelum-sebelumnya, kita siang malam akan menindak tegas siapa saja yang melanggar. Jadi kalau mau masuk atau melewati Kabupaten Temanggung silahkan disiapkan terlebih dahulu surat keterangan bebas Covidnya, baik PCR atau antigen, baru bisa melintas,” tegasnya.

Penulis : rls
Editor   : edt