Iduladha di Masjid Agung Demak dengan Prokes Ketat


Jamaah Shalat Idul Adha di lingkungan Masjid Agung Demak wajib taat standar prokes, seperti memakai masker dan menjaga jarak shaf. Foto : sari jati

DEMAK, WAWASANCO- Sudah menjadi pengetahuan umum, Idul Adha identik dengan perayaan Grebeg Besar Demak. Namun sehubungan pandemi corona, perayaannya di tahun 2021 sangat dibatasi. Bahkan yang bersifat kerumunan massa ditiadakan.

Seperti beberapa prosesi jamasan pusaka warisan Sunan Kalijaga, Kutang Anta Kusuma dan Keris Kiai Carubuk.  Selain itu pasar rakyat Grebeg Demak, serta kirab prajurit patang puluhan pengawal minyak jamas dari Bupati Demak untuk Kasepuhan Kadilangu.

Sementara  kegiatan yang dibatasi kehadirannya dengan standar protokol kesehatan (prokes) ketat antara lain inti prosesi jamasan pusaka Sunan Kalijaga, yang hanya dilaksanakan oleh empat orang dan bersifat internal keluarga. Di samping empat kegiatan keagamaan di lingkungan Masjid Agung Demak. 

Sebagaimana disampaikan Ketua Panitia  Idul Adha Masjid Agung Demak KH Mahali, adanya wabah covid-19 menjadikan segala aktifitas di Masjid Agung Demak dibatasi dan wajib mematuhi standar prokes.Termasuk peringatan Idul Adha, yang merangkai empat kegiatan dengan pelaksanaan sesuai standar prokes super ketat. 

Diawali dengan Mudarosah Al-Qur'an Bilhifdhi sembilan khataman di area Makam Sultan Fatah, lanjut dengan Doa Keselamatan Bangsa Indonesia.

"Kemudian selamatan tumpeng sembilan di area makam Sultan Fatah, yang hanya dihadiri Takmir Masjid Agung Demak. Karena harus standar prokes yang sangat ketat, maka ketiga kegiatan tersebut bersifat tertutup atau internal takmir dengan kehadiran terbatas untuk menghindari terjadinya kerumunan massa," ujarnya, Selasa (20/7).

Pun pelaksanaan  Sholat Jama'ah Idul Adha di Masjid Agung Demak, para jamaah wajib mengikut standar prokes yang diserukan takmir sejak kedatangan mereka. Mulai dari kewajiban memakai masker, hingga menjaga jarak shaf.

Sedangkan mengenai penyembelihan hewan qurban, Mahali menyampaikan, sejauh ini terkumpul 13 sapi dan lima ekor kambing. Lagi-lagi karena wajib standar prokes  ketat, pelaksanaan penyembelihan yang dijadwalkan Rabu (21/7) hanya oleh petugas sesuai surat edaran dari Pemda. 

"Penyembelihan hewan qurban juga secara tertutup dan prokes ketat. Setelah itu semua daging qurban dibagikan dan diantar ke rumah penerimanya. Sehingga tidak ada kerumunan massa," pungkasnya. 

Penulis : ssj
Editor   : edt