Jadi Relawan, Mahasiswa KKN UMP Dampingi Pasien Covid-19 di Rumah Karantina


Mahasiswa UMP yang bertugas menjadi relawan Covid-19 melakukan pengecekan kesehatan kepada pasien Covid-19 di rumah karantina di Baturraden. (Foto :Joko Santoso)

PURWOKERTO, WAWASANCO-Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang juga menjadi  Relawan Covid Banyumas (RCB)  melaksanakan tugas mendampingi pasien Covid-19 di rumah karantina. Mereka  harus bekerja ekstra untuk melawan  wabah virus Corona.

Ketua KKN Sultan Dzikrillah Akbar mengatakan, Rumah Karantina Pondok Selamet Baturaden merupakan salah satu titik penempatan mahasiswa relawan. Sebanyak 24 mahasiswa UMP melaksanakan kegiatan relawan di lokasi ini dengan koordinator lapangan, Teteg Waluyo.

“Mahasiswa relawan dalam menjalankan kegiatan RCB, ditugaskan untuk melaksanakan kegiatan rutin dan menyiapkan beberapa program kerja,” katanya, Senin (26/7/2021).

Dijelaskan, menerjunkan 137 mahasiswa sebagai sukarelawan untuk membantu percepatan penanganan COVID-19 di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Mahaiswa ini akan diperbantukan di 16 titik antara lain di rumah karantina serta 10 Puskesmas kota dan sekitarnya.

Sementara itu, dosen pembimbing lapangan KKN RCB Ns. Endiyono, S.Kep., M.Kep mengatakan, kegiatan rutin yang dilaksanakan di rumah karantina ini yakni cek kesehatan, senam pagi, menulis SOAP atau rekam medis, mencatat obat masuk-keluar, penerimaan pasien dan evaluasi kepulangan pasien.

“Adapun untuk program kerja yang dilaksanakan di antaranya, edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), edukasi cuci tangan yang baik dan benar, edukasi tata cara batuk dan bersin yang baik dan benar, serta pembuatan video akhir dan press release,” jelasnya.

Dijelaskan, hingga 24 Juli 2021 jumlah pasien yang terdapat di rumah karantina ini sebanyak 29 pasien, dengan jumlah terpantau maksimal 40 pasien. Mayoritas pasien adalah wanita berusia 40 tahun ke atas dengan gejala ringan.

“Ada juga beberapa pasien yang termasuk kedalam kategori pasien dalam pengawasan karena memiliki penyakit komorbid sehingga dilakukan pemantauan secara rutin dengan berkunjung ke ruangan pasien tersebut untuk melakukan cek kesehatan dan mencatat perkembangan kesehatannya,” pungkasnya. 

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt