Bupati Demak Imbau ASN Berlomba Sedekah


Bupati dr Hj Eisti'anah didampingi Ketua Baznas Kabupaten Demak H Bambang Susetyarto, Asisten 1 dan 2 Sekda HAN Wahyudi juga HM Agus Nugroho LP saat menyerahkan santunan yatim piatu dalam rangka pentasarufan ZIS bulan Muharam 1443 H. Foto : sari jati

DEMAK, WAWASANCO- Menyantuni yatim piatu bukan persoalan empati. Namun lebih pada kasih sayang yang merupakan amalan diajarkan Rasulullah SAW, sehingga semakin meningkatkan iman kepada Allah SWT.

Di sela pemberian santunan yatim sebagai rangkaian  pentasarufan dana zakat infak dan sedekah (ZIS) bulan Muharam 1443 H oleh Baznas Kabupaten Demak, Bupati dr Hj Eisti'anah menyampaikan, Islam agama damai penuh kasih sayang dan kebaikan. Salah satunya menyantuni anak yatim piatu. Khususnya di 10 Muharam, yang lazim disebut Idul Yatama atau hari raya anak yatim. 

Maka bupati sangat mendukung kegiatan Baznas mentasarufkan ZIS hasil pengumpulan dari masyarakat, termasuk di dalamnya ASN. Bahkan bupati mengimbau ASN berlomba menyisihkan sebagian harta dan penghasilannya untuk berinfak dan bersedekah, karena dipastikan Baznas tak akan salah sasaran.

"Jangan pernah berharap sedekah dan infak kita mendapatkan ganti. Ikhlas saja dan serahkan semuanya pada Allah SWT. Insya'Allah dikembalikan berlipat dalam bentuk kenikmatan yang tidak terhitung nilainya," ungkap bupati, Kamis (19/8).

Kenikmatan tersebut bisa berbentuk kesehatan, bahkan kelancaran dalam belajar. Khususnya di masa pandemi seperti sekarang, kesehatan begitu mahalnya. Hingga oksigen diperebutkan beberapa waktu lalu, untuk menyembuhkan pasien-pasien terpapar covid-19. 

Di sisi lain, Ketua Baznas Kabupaten Demak H Bambang Susetyarto menjelaskan, pada bulan Asyura 1443 H ini jumlah yatim piatu yang mendapatkan santunan 3.600 anak. Sedangkan total ZIS yang ditasarufkan senilai Rp 541 juta.

Dengan perincian siswa SDN seKabupaten Demak masing-masing lima anak menerima santunan Rp 150 ribu per anak. Siswa SMPN masing-masing 10 anak menerima santunan Rp 200 ribu per anak. Sisanya diberikan melalui organisasi kemasyarakatan, seperti majelis taklim, IPHI, PGSI, UPZ binaan, serta yayasan pendidikan lainnya. 

Selain itu diberikan pula dalam bentuk modal usaha bengkel sepeda motor. Di samping bantuan perbaikan masjid, prasaran TPQ dan perbaikan dua unit rumah tidak layak huni. 

Penulis : ssj
Editor   : edt