Ketua PWI Jateng Amir Machmud melantik pengurus PWI Kota Salatiga disaksikan Wakil Wali Kota Mohammad Harris dan Wakil Ketua DPRD Fathurahman.(Foto: solikun)
SALATIGA- Ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Provinsi Jawa Tengah, Amir Machmud NS melantik Pengurus PWI Kota Salatiga di Rumah Makan Banyubening, Salatiga, Rabu (20/12). Mereka yang dilantik adalah Ketua Surya Yuli Purwariyanto (Suara Merdeka), Wakil Ketua I Edy Susanto (KR), dhinas Sasongko (Radar Jawa Pos), Sekretaris 1 Riswanto (Radio Zenith), Sekretaris 2 Aloysius Jarot (LKBN Antara), Bendahara I Dekan Bawono (Jateng Pos), Bendahara 2 Agung Nugroho, dibantu seksi-seksi.
Wakil Wali Kota Salatiga H Muhammad Harris dalam sambutannya mengatakan, Salatiga sedang mengampanyekan City of Harmony, yang toleran. Harris menyatakan optimitis, bahwa Salatiga akan tetap menjadi kota paling toleran di Indonesia. “Salatiga itu ibarat gamelan yang terdiri atas berbagai instrumen, tetapi ketika dimainkan memunculkan irama haromoni yang amat indah,” katanya.
Muh Harris mengharapkan agar para wartawan mendukung dalam merealisasikan Salatiga Hati Bermina yang smart. Ada beberapa kelurahan yang masih perlu pemberdayaan. “Kami berharap para wartawan turut serta mengampanyekan bahwa pendidikan itu penting. Kemiskinan yang kini 5,24 persen diharapkan bisa menuju 4,7 persen dengan melalui pendidikan,” katanya.
Ketua PWI Kota Salatiga dalam kesempatan itu mengatakan, pembentukan PWI Kota berlangsung cukup lama, dan sudah sering diingatkan oleh Ketua PWI Jateng untuk segera membentuk. Selain PWI, di Salatiga juga ada Forum Jurnalis Salatiga yang kebetulan semua anggotanya juga anggota PWI.
Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS dalam sambutannya mengatakan, bersamaan dengan pelantikan selalu diadakan orientasi, yang bertujuan untuk mempersiapkan para wartawan untuk menjadi anggota PWI dan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan.
Amir juga menandaskan, dalam Uji Kompetensi Wartawan antara lain ada mata uji jejaring, yakni wartawan yang diuji harus menghubungi narasumber melalui telepon. “Seseorang yang tidak punya akses dengan narasumber menunjukkan bahwa dia tidak punya kredibilitas. Sedangkan teman-teman di Salatiga jejaringnya sangat baik, seperti halnya ditunjukkan bahwa dalam acara pelantikan ini banyak dihadiri oleh para pejabat dan pimpinan perguruan tinggi,” kata Amir.
Mulai 2015, tambah Amir, PWI Jawa Tengah sudah membentuk PWI Kabupaten/Kota, dan sampai saat ini sudah ada 24 PWI Kabupaten/Kota yang terbentuk. Dengan adanya kepengurusan ini, diharapkan selanjutnya ada kerja sama antara Pemkot dengan PWI. Antara lain melaksanakan Uji Kompetensi Wartawan.
“Kami harapkan kelak, Pemkot Salatiga bisa mendukung anggaran untuk uji kompetensi wartawan. Karena dengan adanya profesionalisme wartawan yang diwujudkan dalam bentuk uji kompetensi itu, akan sangat membantu pemerintah dan lembaga lainnya, karena yang dihadapi adalah wartawan yang benar-benar kompeten,” katanya.
Dalam berelasi antara pemangku kepentingan yakni para narasumber dan wartawan, kata Amir, mohon diutamakan hubungan yang bersifat personal, dengan demikian segala permasalahan yang akan muncul bisa diselesaikan dengan dialog, tidak harus berlangsung secara hokum.
Wakil Ketua DPRD Maman Fathurahman dalam sambutannya mengatakan, wartawan bisa membuat abang-ijone kota, bahkan ada jarum jatuh saja wartawan di Salatiga mendengar. Muncul berita ada warga yang rumahnya tidak layak, diberitakan, selanjutnya pemkot memberikan perhatian. “Kami berharap berita-berita yang disajikan juga merupakan motivasi dan memberikan inspirasi bagi masyarakat,” ujarnya.
Orientasi
Usai pelantikan acara dilanjutkan dengan orientasi bagi wartawan di Salatiga untuk persyaratan menjadi anggota PWI. Orientasi itu berisi paparan oleh pengurus PWI Jateng masing-masing Drs Sri Mulyadi dengan materi Undang-undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, Budi Setyo Purnomo tentang konvergensi media, dan Widiyartono R tentang PD PRT PWI.
Penulis :
Editor :