Semarang, Wawasan.co - Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM), Natalia Sari Pujiastuti menjadi pembicara di Forum Kewirausahaan Internasional, Global Entrepreneurship Education Meeting (GEEM) 2025. Forum tersebut dihadiri 150 delegasi dari 20 negara, mempertemukan pendidik, peneliti, inovator, dan pembuat kebijakan untuk memperkuat ekosistem pendidikan kewirausahaan dan inovasi sosial.
Kegiatan diadakan Sociopreneur Indonesia sebagai bagian dari jaringan UNESCO Entrepreneurship Education Network (EE-Net), baru-baru ini di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang.
Natalia, kemarin menjelaskan, forum tersebut menghasilkan tiga kolaborasi lintas negara dalam bidang pendidikan kewirausahaan dan sosial, mulai dari penelitian bersama di enam negara Asia, pelatihan trainer of trainers bagi pendidik, hingga pengembangan konsep learning city di beberapa wilayah Indonesia.
‘’Sejalan dengan semangat EE-Net, GEEM 2025 menegaskan paradigma baru dari profit-driven entrepreneurship menuju purpose-driven entrepreneurship, di mana praktik kewirausahaan diintegrasikan dengan nilai keberlanjutan dan tanggung jawab sosial,’’ jelas wanita yang akrab disapa Naneth ini.
Tangan Terampil
Dia diundang untuk memaparkan praktik baik wirausaha sosial dalam sesi Stories of Purpose and Progress in Entrepreneurship Education. Dalam forum tersebut, Naneth (panggilan akrab Natalia), membagikan pengalaman membangun Tangan Terampil Indonesia, yaitu komunitas wirausaha sosial yang didirikannya sejak 2012 di Semarang.
Komunitas ini menitikberatkan pada pemberdayaan perempuan serta kelompok rentan melalui pelatihan keterampilan dan pengembangan usaha mikro berbasis komunitas.
“Saya ingin menunjukkan bahwa dosen kewirausahaan tidak hanya mengajarkan teori di ruang kelas, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan sosial di masyarakat. Tangan Terampil adalah bukti bahwa ilmu komunikasi dan kewirausahaan dapat berjalan beriringan untuk menghasilkan dampak sosial yang berkelanjutan,” katanya.
Tangan Terampil aktif selama lebih dari satu dekade dan pernah menerima penghargaan sebagai Organisasi Masyarakat Sipil Bidang Layanan Ekonomi Terbaik dari Pemerintah Kota Semarang (Kesbangpol) pada tahun 2017, berkat kontribusinya dalam peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat.
Kehadiran Naneth di forum global ini menjadi representasi penting bagi dunia akademik Indonesia, menegaskan bahwa pendidik dapat berperan ganda sebagai pengajar dan pelaku perubahan sosial.
Menurut dia, GEEM 2025 diharapkan menjadi katalis bagi lahirnya kebijakan, riset, dan kolaborasi lintas sektor yang memperkuat ekosistem pendidikan kewirausahaan di tingkat nasional maupun internasional. Melalui partisipasi aktif para pendidik, kegiatan ini menunjukkan bahwa transformasi pendidikan tidak hanya soal kurikulum, tetapi juga tentang bagaimana nilai sosial dan keberlanjutan menjadi inti dari praktik kewirausahaan masa depan.
Penulis : holy
Editor : Daniel