Tim PkM USM Tekankan Pentingnya Produk Higienis kepada UMKM di Purworejo


Semarang, Wawasan.co - Upaya meningkatkan keamanan pangan di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus digencarkan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Semarang (USM), melalui kegiatan bertajuk “Sosialisasi Produksi Dawet yang Higienis dan Penggunaan Pewarna Alami sebagai Upaya Peningkatan Keamanan Pangan UMKM di Kabupaten Purworejo”.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo dan diikuti 55 peserta, pada Rabu, (26/11/2025), berasal dari pelaku usaha pangan lokal Kabupaten Purworejo, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang, Puskesmas dari berbagai wilayah di Kabupaten Purworejo, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo.

Tim PkM USM berkolaborasi dengan BPOM Semarang melalui Inovasi Pelayanan Publik Nggugah UMKM Resik Saking Bahan Berbahaya (GUMREGAH), sebuah program pendampingan yang mendorong pelaku UMKM untuk menggunakan bahan tambahan pangan aman dan menghindari pewarna sintetis berbahaya.

Tim PkM USM terdiri dari Ketua Prof Dr Ir Sri Budi Wahjuningsih MP, dengan anggota Zulhaq Dahri Siqhny ST MT, yang di dampingi Ketua LPPM USM Prof Dr Ir Mudjiastuti Handajani MT, anggota LPPM USM Ir Bambang Tetuko MT MM dan Dr MM Shinta Pratiwi SPsi MA.

Prof Budi menekankan Pentingnya praktik produksi yang higienis untuk mencegah kontaminasi, mulai dari penanganan bahan baku, sanitasi peralatan, hingga proses pengolahan.

“keamanan pangan tidak hanya ditentukan kebersihan proses produksi, tetapi juga ketepatan dalam penggunaan bahan tambahan pangan yang aman,” katanya.

Pemateri kedua, Zulhaq Dahri Siqhny ST MT, memaparkan hasil pengujian laboratorium terkait kandungan benzo[a]piren serta mutu tepung Oman sebagai pewarna alami.

"Pewarna alami yang memenuhi standar mutu dapat menjadi solusi aman untuk meningkatkan daya tarik produk pangan, khususnya pada produk minuman tradisional seperti dawet, sekaligus melindungi konsumen dari risiko paparan bahan kimia berbahaya" ujar Zulhaq.

Kegiatan berlangsung dinamis dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang mencerminkan tingginya minat pelaku UMKM dalam menerapkan pewarna alami dan standar keamanan pangan. Melalui sosialisasi ini, kolaborasi kelembagaan diharapkan mampu memperkuat daya saing produk pangan lokal Purworejo dengan menghadirkan produk yang higienis, aman, dan semakin dipercaya masyarakat.

Dalam sambutannya Ketua LPPM USM Prof Dr Ir Mudjiastuti Handajani MT menyampaikan bahwa Universitas Semarang melalui LPPM siap menjadi mitra strategis dalam menjembatani akademisi, instansi pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat luas.

"Kampus tidak hanya berperan sebagai pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab nyata untuk hadir di tengah masyarakat guna membantu menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan, khususnya yang berkaitan dengan keamanan pangan dan pemberdayaan UMKM," Ujar Prof Mudji.

Prof Mudji juga menegaskan bahwa kolaborasi dan keberlanjutan program pengabdian menjadi kunci untuk mewujudkan peningkatan mutu usaha sekaligus kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, tim pelaksana juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada LPPM USM atas dukungan pendanaan dan fasilitasi penuh sehingga kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat ini dapat terselenggara dengan baik dan memberikan manfaat bagi UMKM serta pemangku kepentingan terkait.

Penulis : holy
Editor   : Daniel