Salatiga Deklarasikan Kebhinnekaan dan Cinta Damai


Sejumlah tokoh ikut membumbuhkan  tanda tangan di tengah kegiatan Deklarasi Kebhinnekaan dan Salatiga Cinta Damai, sekaligus silaturahmi di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga. Foto : Ernawaty

SALATIGA - Bersama dengan Wali Kota Salatiga Yuliyanto dan juga para tokoh agama, setidaknya 250 pemuda lintas agama di Kota Salatiga deklarasikan Kebhinnekaan dan Salatiga Cinta Damai. Deklarasi yang dilaksanakan setelah silaturahmi lintas agama tersebut bertempat di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga.

Wali kota memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pemuda yang hadir karena telah melaksanakan kegiatan silaturahmi antar umat beragama. "Terima kasih kepada seluruh panitia dan juga peserta. Kegiatan seperti inilah yang akan menegaskan kembali tentang toleransi antar umat beragama di Salatiga," kata Yuliyanto.

Yulliyanto juga mengingatkan kembali bahwa kemajemukan bangsa Indonesia termasuk kemajemukan Kota Salatiga adalah sebuah berkah dan bukan merupakan ancaman. Dia juga mengajak para generasi muda lintas agama untuk bijak dalam bermedia sosial. Karena seringkali bibit-bibit intoleransi berasal dari sana.

"Kemajemukan adalah berkah. Mari bersama-sama warga masyarakat Kota Salatiga merawat iklim yang sejuk ini. Khusus untuk generasi muda, saya imbau untuk menggunakan media sosial dengan bijak. Jangan mudah percaya isu-isu pemecah belah bangsa, jangan asal share berita yang tidak jelas sumbernya. Mari kita semua hidup berdampingan dengan rukun dan damai," ujarnya.

Salah satu panitia kegiatan, Pdt Esther mengatakan bahwa selain mendeklarasikan kebhinekaan, kegiatan bertajuk Srawung Persaudaraan Sejati Lintas Iman tersebut bertujuan untuk bersilaturahmi antarpemuda umat beragama di Salatiga.

"Kami sengaja melaksanakan kegiatan di sore hari agar kami, pemuda dari lintas agama ini bisa bersama-sama dengan saudara kami umat muslim berbuka puasa," ujar Pdt Esther. 

Ia menguraikan bahwa kegiatan tersebut membawa pesan moral tentang silaturahmi dalam arti baru dalam era milineal.

Sila artinya saat duduk bersila semua sejajar, tidak ada yang lebih tinggi. Turah artinya berkelimpahan, maksudnya jika sudah berkelimpahan untuk dapat berbagi dengan saudarannya. Dan mi artinya mikir dulu jika mendapat kabar provikatif. Atau dengan kata lain, generasi muda diharapkan tidak menjadi penyebar hoaks (berita bohong).

Dalam kegiatan tersebut, panitia menyerahkan tiga batang pohon sala kepada wali kota. "Mengingat pohon tersebut cukup langka, dan didapatnya pun dari Kebun Raya Bogor, pohon tersebut akan disemaikan dahulu hingga cukup besar untuk ditanam di tempat yang strategis," jelas Kabag Humas dan Protokol Setda Jumiarto.

Seusai menyimak tausiah dari Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama, KH Nur Rofiq dan menikmati hidangan buka puasa bersama, kegiatan ditutup dengan kirab pemuda lintas agama dari Rumah Dinas Wali Kota menuju Gereja Katholik Paroki Santo Paulus Miki Salatiga.

 

Penulis : ern
Editor   :