Cara Terbaik Merawat Lansia

1.0K

Tak gampang memang merawat orangtua yang telah memasuki usia lanjut. Apalagi jika mereka sudah terkena gejala kepikunan. Mudah lupa, tapi perasaannya sensitif. Kadang maksud baik Anda pun disikapi keliru. Anda memang harus bersabar. Cempaka membantu Anda.

Amati KEMAMPUANNYA
Menilai kemampuan orangtua untuk menjalankan fungsi tubuhnya memang tak mudah. Bahkan terkadang itu menjadi masalah yang sangat sensitif. Memang tak ada tips atau cara cepat untuk memudahkan merawat orangtua yang memasuki lansia. Malah para ahli masalah penuaan pun menyatakan kesulitannya menghadapi orangtua mereka sendiri, seperti yang dinyatakan Dorothy Howe, seorang spesialis senior pada program American Association of Retired Persons  seperti dikutip klinik pria.online. Menurut dia jika yang Anda hadapi adalah orangtua sendiri, belum tentu Anda dapat menanganinya lebih baik daripada orang lain.

Para gerontolog (ahli masalah penuaan) telah membuat daftar untuk mengecek kemampuan tersebut, yaitu dengan daftar aktivitas hidup sehari-hari. Dari daftar ini, terdapat enam fungsi dasar yang harus diperhatikan, dan bila terdapat penurunan kemampuan, hal ini mengisyaratkan bahwa lansia tersebut mungkin membutuhkan bantuan. Keenam fungsi dasar tersebut adalah makan, buang air, bangun dan pergi tidur, masuk kamar mandi, mandi dan berpakaian. Ada lagi delapan daftar yang disebut sebagai fungsi madya atau instrumental yang ini harus dimonitor lebih ketat, yaitu menggunakan telepon, menyiapkan makanan, membersihkan rumah, mencuci pakaian, menggunakan alat transportasi apakah mengendarai sendiri atau menumpang, minum obat dan mengatur keuangan.


Jangan MELARANG
Anda disarankan untuk terus mengamati perilaku orang tua Anda. Anda cukup berpatokan dengan daftar fungsi tersebut yang merupakan kemampuan vital yang harus dimiliki lansia agar mereka dapat hidup mandiri. Tapi bila ada satu poin yang tak terpenuhi, bukan berarti itu indikasi bagi Anda untuk memasukkan mereka ke panti jompo. “Banyak lansia dengan kekurangan pada satu atau dua poin diatas masih tetap dapat hidup mandiri dalam lingkungannya bila mereka mendapat bantuan yang tepat,” ujar Cathy Alessi, seorang dokter spesialis geriatric pada Sepulveda Veterans Administration Geriatric Research, Education and Clinical Center, Los Angeles.


Yang perlu dilakukan Anda sebagai anak adalah mengawasi mereka melakukan aktivitas tersebut dan memperhatikannya andai timbul masalah. Satu hal yang terpenting, jangan menawarkan bantuan sebelum diminta atau melarang mereka melakukan sesuatu hanya karena Anda tak yakin apakah mereka mampu melakukannya. Hal itu akan sangat menyinggung egonya.

Jaga PERASAANNYA
Satu lagi yang harus Anda perhatikan adalah sedapat mungkin menjaga perasaannya. Tentu saja ini Anda lakukan agar tak menyinggung dia. Namun Anda harus mengambil tindakan jika orangtua Anda sudah menunjukkan tanda-tanda pengingkaran bahwa dirinya sudah tak mampu lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Contohnya, jika mereka terjatuh di kamar mandi atau lupa sudah minum obat atau belum dan mereka menyangkalnya. Hal-hal tersebut dapat membahayakan kesehatan mereka jika tidak ditangani segera. Satu hal lagi, kalau tak terpaksa sekali, jangan pernah berpikir untuk mengirim dia ke panti jompo. Mereka pasti akan merasa terbuang. Kecuali, memang, orang tua Anda benar-benar menginginkannya.

Perhatikan HAK
Apapun yang akan Anda lakukan, sangat disarankan jika tetap memperhatikan hak orang tua Anda. Anda tak bisa memaksakan kehendak pada orang tua. Sebaiknya Anda tetap memperhatikan hak orangtua sebagai pembuat keputusan dan sebagai seorang manusia. Alessi mengingatkan, “Secara umum, kaum lansia itu amat bijak, mereka telah memikirkan tentang kematian dan apa yang harus dilakukan untuk menghadapinya.”


Pada intinya, orangtua Anda masih merupakan seorang yang independen dan mandiri. Bahkan lansia yang menderita demensia (kepikunan) ringan atau sedang, masih memiliki keinginan, kebutuhan, dan opini mereka sendiri. Untuk itu mereka patut dihargai.


Buat TANDA
Kegiatan yang membantu daya ingat lansia sebaiknya tetap Anda berikan pada dia, misalnya saja membaca, atau menonton televisi. Hal-hal semacam itu akan tetap merangsang daya ingat lansia. Daya ingat lansia menurut Drs H Zainuddin Sri Kuntjoro MPsi dalam e-psikologi

mengartikannya sebagai kemampuan psikis untuk menerima, mencamkan, menyimpan dan menghadirkan kembali rangsangan atau peristiwa yang pernah dialami seseorang. Pada lanjut usia, daya ingat merupakan salah satu fungsi kognitif yang seringkali paling awal mengalami penurunan. Pada lanjut usia yang menderita demensia, gangguan yang terjadi adalah mereka tidak dapat mengingat peristiwa atau kejadian yang baru dialami. Tapi hal-hal yang telah lama terjadi, masih diingat. Keadaan ini sering menimbulkan salah paham dalam keluarga. Oleh sebab itu dalam proses pelayanan terhadap mereka, sangat perlu dibuatkan tanda-tanda atau rambu-rambu baik berupa tulisan, atau gambar untuk membantu daya ingat mereka. Misalnya dengan tulisan SABTU, TANGGAL 15 MEI 2004 dan sebagainya, ditempatkan pada tempat yang strategis yang mudah dibaca dan dilihat.


Tepat Pilih PENGASUH
Jika Anda tak bisa secara terus menerus mengawasi orang tua Anda, ada baiknya Anda mencari seorang pengasuh. Hanya saja, ingat dr Dahlia yang juga Kepala Subdit Penyembuhan Direktorat Kesehatan Jiwa Depkes, Anda harus tahu latar belakang kehidupan pengasuh. Ini meliputi pengalama dia dalam mengasuh lansia, kepribadian, riwayat perkawinan, tingkat pendidikan dan pengetahuan, taraf, emosi serta motivasi dia. Semua itu sangat memengaruhi pola asuh dia terhadap orang tua Anda.

"Perilaku pengasuh yang kurang mendukung justru menimbulkan ganguan perilaku dan masalah psikologis," kata dr Dahlia seperti dikutip infokes.com.


Fasilitas Nyaman dan AMAN
Selain itu Anda harus mendesain interior rumah Anda menjadi nyaman dan aman bagi lansia. Anda tak perlu mengubah rumah Anda secara radikal. Misalnya saja, Anda cukup menyederhanakan bentuk tempat tidur, kursi, pintu, jendela dan sebagainya yang sering kali mereka gunakan, lewati, atau dia pegang. Usahakan fasilitas-fasilitas yang sering dia gunakan dibuat sederhana, kuat, dan mudah dipergunakan. Bila perlu Anda juga menyediakan alat bantu yang memudahkan orang tua Anda berjalan, bangun, duduk dan sebagainya. Hal tersebut sangat penting untuk menambah rasa aman mereka dan memperkecil bahaya.

Selain itu, bentuk kamar mandi khusus sebaiknya dibuat untuk keperluan mereka, misalnya bak kamar mandi tak terlalu dalam, tak menggunakan tangga atau tanjakan. Demikian pula dengan jamban. Usahakan mudah digunakan mereka dan pada dinding sebaiknya ada pegangan. Bila fasilitas terpenuhi mereka akan merasa aman dan bahaya pun akan berkurang.


Beri DUKUNGAN
Setelah seseorang memasuki masa lansia, maka dukungan sosial dari orang lain menjadi sangat berharga dan akan menambah ketenteraman hidupnya.Namun demikian dengan adanya dukungan sosial tersebut tidaklah berarti lansia hanya tinggal duduk, diam, tenang, dan berdiam diri saja. Untuk menjaga kesehatan baik fisik maupun kejiwaannya lansia justru tetap harus melakukan aktivitas-aktivitas yang berguna bagi kehidupannya. Lansia tidak boleh ongkang-ongkang, enak-enak, dan semua dilayani oleh orang lain. Hal itu justru akan mendatangkan berbagai penyakit dan penderitaan.Dalam rangka membantu agar lansia tetap dapat beraktivitas maka dibutuhkan dukungan sosial, terutama dari Anda. Anda harus mampu menghargai, menyemangati, dan membuat dia tetap merasa dihargai sebagai orang tua. Sehingga dia tetap merasa diperhatikan, dihargai, dan dicintai. Bukan sekadar beban yang menyusahkan orang lain.

Penulis :
Editor   :