SALATIGA - Sejalan diluncurkannya Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar Daerah (PPLOPD), Koni Salatiga menargetkan bisa masuk 10 besar dalam kejuaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tingkat Jateng tahun 2020.
Hal ini disampaikan Ketua umum Koni Salatiga Dance Ishak Palit kepada Wawasan.co di Kantor Koni, Jumat (17/5) lalu. Peluncuran program PPLOPD diresmikan langsung Kepala Dispora, Drs Joko Haryono di Sekretariat PPLOPD jelang berbuka puasa (bukber) bersama sejumlah atlet, di Jalan Veteran No. 45 Salatiga, Kamis (16/5).
Dijelaskan Dance, selama ini PPLOPD ditangani langsung oleh Koni Salatiga. "Namun, sekarang PPLOPD diambil alih oleh Dispora Salatiga. Ada pun tujuannya untuk pemusatan latihan khusus bagi pelajar sesuai SMP kebawa," kata Dance.
Dengan total atlet pejabat sebanyak 40 orang yang saat ini ditangani Dipsora saat ini, diharapkan mereka dapat dipersiapkan untuk menghadapi avent-eveng seperti Popda atau pun bersifat kategori usia. Dari atlet PPLOPD bisa juga ke single event. Ia menilai, adanya PPLOPD ini sebuah kemajuan bagi Kota Salatiga dengan target Koni Salatiga selanjutnya adalah Popda tiap tahun. "Mengingat, tiap tahun peringkat Salatiga diatas 15 atau papan tengah adanya PPLOPD kita target 10 besar. Karena sekarang ini Popda dipegang Solo terus," ungkap Dance.
Saat ini pemusatan latihan telah berjalan. "Dengan target bisa masuk 10 besar Popda Tahun 2020 mendatang kita menyibakkan 6 cabor binaan," paparnya.
Koni Salatiga, lanjutnya, akan terintegrasi dengan club'. Apalagi dengan lokasi yang representatif berharap sinergisme menghasilkan prestasi yang maksimal. "Koni hanya membantu dalam fasilitas kegiatan latihan seperti medical sport center, tempat latihan gym," imbuhnya.
Sementara, Kepala Dispora Kota Salatiga Joko Haryono menjelaskan bahwa program pembibitan atlet hingga dibentuknya PPLOPD dengan latar belakang waktu yang tersedia untuk pemusatan latihan (Training center/TC) untuk Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) atau Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) sangatlah terbatas yakni hanya sekitar 1 bulan.
"Sehingga, Dispora perlu mengatasi hal tersebut dengan meluncurkan PPLOPD sekaligus sebagai usaha pembibitan atlet junior," ujar Joko.
Ia berharap agar prestasi atlet pelajar dapat lebih ditingkatkan dengan adanya PPLOPD. "Harus ada perbedaan antara atlet yang dibina di PPLOPD dan atlet yang non PPLOPD. Saya harap agar peserta PPLOPD sebanyak 40 atlet dari 6 cabang ini berlatih dengan sungguh-sungguh. Anda semua adalah yang terpilih dari seleksi yang dilaksanakan Dispora beberapa waktu yang lalu di Stadion Kridanggo. Sistem promosi dan degradasi akan diberlakukan dalam evaluasi PPLOPD," papar Kepala Dispora ini.
6 Cabor
Senada dengan Kepala Dispora, Kabid Muh Adrik Shudiro, SE, MM selaku ketua panitia kegiatan menjelaskan bahwa atlet PPLOPD terdiri dari atlet junior berusia 13-15 tahun dari 6 cabang olahraga. Cabor tersebut atletik 7 atlet, taekwondo 8 atlet, karate 10, pencak silat 8 orang, panahan 5 atlet, dan judo 2 atlet. Dalam kesempatan tersebut disampaikan pula penghargaan insan berprestasi berupa uang pembinaan Rp.1.000.000 yang diberikan kepada Bintang Rendra Nada Guitara atlet Karate Peraih medali emas cabor Karate POPDA SMP 2019 dan Rieke Febrianti peraih medali emas Atletik 3.000 meter dan 800 meter.
Menendai peresmian PPLOPD, Kepala Dispora Kota Salatiga, Drs. Joko Haryono memberikan potongan tumpeng kepada atlet PPLOPD termuda, Tatas Safitri (13) dan Ketua KONI Kota Salatiga, Dance Ishak Palit.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain 40 atlet beserta pelatih dan juga pengurus KONI Kota Salatiga.
Peresmian PPLOPD yang diambil alih sepenuhnya Dipsora Salatiga turut dihadiri Ketua Umum Koni Salatiga Dance Ishak Palit di Kantor Koni Salatiga, Kamis (16/5) petang. Foto : Ernawaty
Penulis : ern
Editor :