MAGELANG, WAWASANCO – Kebakaran menimpa ruang belajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Islam Terpadu Asy Syaffa’ 2 Magelang yang ada di Jalan Sunan Ampel II B nomor 213, Kampung Ganten, Kelurahan Jurang Ombo Selatan Kota Magelang, Minggu (26/5) malam.
Kobaran api yang terjadi sekitar pukul 19. 15 WIB pada Minggu malam lalu tersebut, mengakibatkan salah satu ruang belajar berukuran sekitar 16x6 meter dan digunakan untuk empat kelas play group hangus terbakar. Selain menghangguskan sebagian ruangan kelas tersebut, juga mengakibatkan sejumlah barang-barang di dalamnya juga terbakar.
“Hampir semua barang yang ada di dalam ruangan tersebut , seperti dispenser, kipas angin, kamera, kompor, dan dokumen-dokumen penting turut terbakar,” kata Kepala PAUD IT Asy Syaffa’ 2 Magelang, Siti Banatun Nafiah, Senin (27/5).
Siti mengatakan, selain barang-barang tersebut kebakaran juga mengakibatkan buku raport siswa yang rencananya akan dibagikan pada 21 Juni mendatang juga hangus. Selain itu, di dalam ruangan itu juga terdapar sekitar 50-an bingkisan lebaran bagi para siswa dan rencananya akan dibagikan ke anak-anak Senin (27/5) menjadi abu.
Menurutnya, kebakaran tersebut pertama kali diketahui oleh warga sekitar sekolah, yang melihat adanya kepulan asap yang keluar dari salah satu ruang belajar sisi barat. Masyarakat Kampung Ganten yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya melakukan pemadaman dan memanggil pemadam kebakaran.
Selang beberapa menit kemudian, sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dari UPTD Pemadam Kebakaran Kota Magelang tiba di lokasi kejadian dan melakukan pemadaman dan api berhasil dijinakkan sehingga tidak merembet ke ruangan lainnya.
“Kira-kira kerugian akibat kebakaran ini mencapai Rp 100 juta. Meskipun demikian, kami masih bisa bersyukur, karena tidak ada korban jiwa manusia,” ujarnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui persis penyebab kebakaran tersebut dan masih menunggu hasil penyelidikan dari aparat Polsek Magelang Tengah dan Polres Magelang Kota yang sudah melakukan olah TKP.
Afi mengatakan, sebenarnya di lingkungan sekolahnya telah dilengkapi dengan kamera pengawas yang selalu aktif setiap hari. Tetapi, sebelum kejadian (Minggu siang, red), kamera pengawas tersebut diketahui tidak menyala. Sehingga, tidak ada hasil rekaman terkait peristiwa
Sementara itu, pada Senin (27/5) siang, Wali Kota MagelangWali Kota Magelang, Sigit Widyonindito didampingi Sekretaris Daerah Joko Budiyono, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Taufiq Nurbakin dan Ketua PMI Sumartono meninjau lokasi kebakaran.
Sigit mengaku prihatin atas kejadian tersebut dan ia berharap bangunan yang terbakar bisa segera diperbaiki dan dapat digunakan kembali untuk kegiatan proses belajar-mengajar. “Saya lihat konstruksi bangunan masih bagus dan layak. Maka, kami harap segera saja diperbaiki, sehingga dapat segera digunakan untuk proses belajar mengajar,” katanya.
Ia juga berharap agar ke depan, sekolah tersebut ada penjaga sekolahnya, sehingga bila ada kejadian dapat segera ditangani. Pada kesempatan itu, Wali Kota menyerahkan bantuan dana sebesar 20 juta kepada pihak sekolah. Bantuan yang diserahkan tersebut, sebagai wujud perhatian dan kepedulian dari Pemkot Magelang terhadap warganya. Dan, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memperbaiki sarana prasarana yang rusak. Selain itu, bantuan dana juga datang dari PMI Kota Magelang.
Penulis : widias
Editor :